Malam pertama setelah putus itu seperti masuk ke dimensi yang sama sekali berbeda. Rasanya ruangan yang biasanya hangat tiba-tiba jadi terlalu luas, terlalu sepi. Aku mencoba mengisi waktu dengan menonton serial favorit, 'Friends', tapi malah jadi ingat bagaimana dulu kami sering tertawa bersama melihat episode yang sama. Aku memutuskan keluar rumah, jalan-jalan ke minimarket tengah malam. Dinginnya udara dan lampu neon yang terang benderang membuatku sedikit lebih tenang.
Pulang ke rumah, kubuka playlist lagu sedih—cliché, aku tahu—tapi entah kenapa, mendengar lirik-lirik tentang patah hati justru membuatku merasa tidak sendirian. Aku akhirnya menangis, dan itu tidak masalah. Justru dengan menangis, aku merasa lebih ringan, seperti melepaskan beban yang selama ini dipendam. Malam itu mengajarkanku bahwa tidak apa-apa untuk merasakan sakit, karena itu bagian dari proses pulih.