Filter dengan
Status pembaruan
SemuaSedang berlangsungSelesai
Sortir dengan
SemuaPopulerRekomendasiRatingDiperbarui
DISENTUH TANPA CINTA

DISENTUH TANPA CINTA

Baginya sekali didustai tidak ada maaf bagi para pengkhianat. "Bukan pelayan." Bapak Edi menggeleng lemah. "Lalu?" cecarku masih diliputi keinginan tahuan. Bapak Edi mendesah resah. "Semoga ini hanya salah paham biasa," ujarnya serius memindai. Binar mata yang tidak bisa kubaca. Raut mukanya terlihat sendu. Ada juga gurat kekecewaan yang kutangkap pada tatapan itu. Tapi, kenapa?
1057.8K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 2.1K kali sebagai malentendido
Baca
+Pustaka
Penyesalan yang Terlambat

Penyesalan yang Terlambat

Akhirnya, aku hanya bisa berkata, "Sebaiknya kamu pulang, aku harus pergi kerja." Jelas bukan itu yang ingin didengarnya. Dia bangkit dari kursi dan memegang tanganku, berkata dengan sedikit emosional, "Kak Sandy, aku cuma tertipu. Maafkan aku, ya? Aku hanya khilaf, sekarang aku sadar semua salahku. Semua yang kamu lakukan untukku, aku sudah tahu, dan aku sangat menyesal baru sekarang aku tahu kebaikanmu."
8.8K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 336 kali sebagai malentendido
Baca
+Pustaka
Menyerah

Menyerah

Bersambung . Ngantuk Besti
1017.9K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 555 kali sebagai malentendido
Baca
+Pustaka
Cinta yang Salah

Cinta yang Salah

Hanya isyarat saja yang bisa kulakukan untuk menenangkannya. Ruangan tempat mertuaku sudah terlihat di depan. Jantungku semakin berdetak hebat. Kenapa aku merasa seperti ini? Aku pikir tidak mungkin akan terjadi sesuatu hal yang buruk. Ayahku tentu bukan suaminya mertuaku. Apalagi berbuat zina dengannya. Jadi, apa yang aku khawatirkan saat ini? Pergulatan di dalam batinku sedang terjadi. Antara pemikiran yang logis dengan yang tidak sedang beragumen satu sama lain. Aku tidak tahu mana yang benar sebelum semuanya terjadi.
85.5K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 207 kali sebagai malentendido
Baca
+Pustaka
CINTAKU TERGADAI

CINTAKU TERGADAI

"Kau sedang apa di sini Jeanna, kau sedang memata-matai aku ya? Atau jangan-jangan ...." "Sttt!" Aku memberi kode agar Angela menghentikan ucapannya, mataku melirik kepada seseorang yang tengah berjalan mendekati aku dan Angela. "Kalian sedang apa di sini? Tau tidak, di sini itu angker, kalian bisa kesurupan!" ucap teman yang tadi memergoki aku tengah gelisah. "Kau memang sumber masalah Jeanna!" ucap Angela kesal sambil menginjak kaki ku.
102.8K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 109 kali sebagai malentendido
Baca
+Pustaka
Sebelumnya
1
...
456789
Pindai kode untuk membaca di Aplikasi
DMCA.com Protection Status