Hati yang Terbagi
" Tawa Lea terdengar lantang. Hingga bahunya terguncang
Astaga! Mas Ubay, ga bisa nyari perumpamaan lain apa yang lebih so sweet.
"Ya udah, mblo. Gw mau ngamar dulu." Mas Ubay menggamit lenganku. Kami melangkah menuju kamar diiringi sorakan Lea.
"Eh, dua hari lagi Mama pulang." Teriak Lea. Langkah kami terhenti.
"Bukankah Minggu depan?"
"Kaga, kata Mama dua hari lagi. Karena si kunyuk ngikut katanya mau ikut kerja bareng lu. Suaminya mau kerja di Indo aja katanya. Elu mau resepsi kan, siapin dari sekarang."