Filter dengan
Status pembaruan
SemuaSedang berlangsungSelesai
Sortir dengan
SemuaPopulerRekomendasiRatingDiperbarui
TEROR GADIS RAMBAI

TEROR GADIS RAMBAI

Rudi sedikit kesal melihat tingkah Soni seperti orang penakut, dia malah senang karena tidak ada orang di sini, jadi dia bisa memancing sendiri tanpa ada yang mengganggunya. Ia mulai berjalan menuju sungai yang biasa digunakan masyarakat sebagai tempat mandi, jika air berhenti di rumah mereka. Nama sungai ini adalah sungai Dareh (sungai deras) karena aliran sungai disini sangat deras, sehingga setiap anak yang ingin mandi disini harus diawasi oleh orang tuanya. Soni mengikuti arahan Rudi, dia sama sekali tidak tertarik untuk memancing, apalagi di tempat seperti ini yang tidak ada orangnya dan menakutkan menurutnya.
1.2K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 33 kali sebagai mandi sungai jaman dulu
Baca
+Pustaka
Purba Sang Pemuas

Purba Sang Pemuas

"Masa betina kota selemah ini? Di sukuku, betina bisa kawin sambil lari dikejar harimau, masa kamu gini aja udah nyerah-nyerah?" timpal Arya terus melakukan ritual purbanya. Penghuni tubuh Arya, jarang sekali bisa menikmati keenakan seperti ini. Dirinya kemudian ingat sesuatu. Pada masa lampau, dia sering bermain di atas batu, ranting. Setiap main pasti ada gesekan, atau minimal, paha lecet kena batu.
9.8K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 334 kali sebagai mandi sungai jaman dulu
Baca
+Pustaka
Mutiara Hati Yang Terabaikan

Mutiara Hati Yang Terabaikan

kata Sandra, menutupi kejelekannya dengan raut wajah gembira. Selanjutnya mereka membahas banyak hal, di luar pekerjaan tentunya, seperti masa sekolah dan kuliah, serta masa kecil dulu. Karena pengetahuan Raden tentang Palembang cukup bagus, obrolan ini pun semakin lama dan menarik. “Papa pernah berenang menyeberang Sungai Musi,” Masagus menceritakan masa remajanya dulu. “Waktu itu anak-anak sungai masih bersih. Jadi kami hampir setiap hari memancing.”
1.9K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 66 kali sebagai mandi sungai jaman dulu
Baca
+Pustaka
Dominasi sang Pewaris

Dominasi sang Pewaris

Bahkan kini, pria itu memanjat tanggul pembatas tepi sungai, yang seperti dinding dengan bebatuan yang menonjol. Ini jelas masih terlalu pagi untuk berenang. Jangankan berenang di sungai Mamily, nama sungai di mana boneka Pipo terjatuh, berenang di kolam biasa saja seseorang mungkin akan masuk angin. Air di sungai Malimy masih terasa dingin dan segar, meski matahari telah tinggi.
9.260.5K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 1.7K kali sebagai mandi sungai jaman dulu
Baca
+Pustaka
PENDEKAR MACAN TUTUL

PENDEKAR MACAN TUTUL

ucap Panji Jagat sembari berenang ke lubukan sungai yang besar. “Iya benar, karena hulu sungai ini berada di dalam kurungan Gunung Sewu yang jarang dikunjungi manusia. Jadi ikan-ikan di sungai ini berkembang begitu saja tanpa banyak yang menangkap atau meracuni dengan tuba,” sahut Ki Arya Dhanu sembari menggosok tubuhnya dengan batu kali. “Ki Arya suka ikan bakar?” tanya Panji Jagat.
8.97.1K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 190 kali sebagai mandi sungai jaman dulu
Baca
+Pustaka
Pendekar Rajawali Dari Andalas

Pendekar Rajawali Dari Andalas

Sungai yang berbatu-batu besar yang selalu jernih itulah mereka manfaatkan untuk pengairan sawah dan mandi, sementara sungai yang berkerikil dan berpasir yang cenderung dalam itu digunakan mereka untuk mencari lauk-pauk karena di sungai itu juga terdapat banyak jenis ikan dan udang air tawar. Di suatu siang Suku Dolo dihebohkan oleh beberapa orang dari suku itu yang tengah berburu di hutan mendapatkan sosok perempuan cantik yang tentu saja bukan bagian dari suku itu, perempuan itu ditangkap karena kelihatan mencurigakan memasuki kawasan hutan dekat dengan persawahan para Suku Dolo. Perempuan cantik itu digiring ke pemukiman lalu dibawa kehadapan kepala suku, saat itulah kehebohan terjadi kar
1025.9K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 672 kali sebagai mandi sungai jaman dulu
Baca
+Pustaka
Gunung dan Sungai Takkan Bertemu Lagi

Gunung dan Sungai Takkan Bertemu Lagi

Waktu itu, Bobby berkata sambil tersenyum bahwa kami harus terus memakainya, agar keluarga kecil kami bisa selalu bersama selamanya. Namun kini, kedua kalung itu terbaring kesepian di tanah yang ditumbuhi rumput liar ini. Aku perlahan berjongkok, memungut kalung-kalung itu. Lalu bersama dengan kalung milikku sendiri, aku melemparkannya ke dalam danau. Terdengar bunyi "plung" yang pelan. Kalung-kalung itu pun perlahan tenggelam ke dasar danau, seolah bagian dari ingatan dalam benakku juga ikut menghilang tanpa jejak.
9.5K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 352 kali sebagai mandi sungai jaman dulu
Baca
+Pustaka
Puncak Kehidupan

Puncak Kehidupan

Ramuan obat berusia seabad, terutama ginseng berusia dua ratus tahun, sangat penting bagi Pepper dan tidak boleh hilang. Bawahannya menjawab, “Nona Kimmich, orang-orang kami sangat waspada dan mengamati sekeliling beberapa kali tetapi mereka tidak melihat siapa pun keluar dari air sama sekali. Kami menduga itu karena sungai terhubung ke laut, dan pada saat itu, pintu gerbang yang menahan lautan dibuka, arus sungai menjadi deras saat air pasang mengalir ke sungai. Mereka mungkin tersapu oleh arus deras setelah turun dari mobil mereka, dan kemungkinan besar mereka sudah mati sekarang.”
8.53.4M DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 136.6K kali sebagai mandi sungai jaman dulu
Tampilkan Ulasan (846)
Baca
+Pustaka
Septiawan Cheeick
alur cerita nya slalu bisa di tebak..gitu2 aja.. mana dikit banget cuma 2 bab..itu juga cuma cerita selingan nyeritain informasi tokoh aja.. jadi ga nafsu baca..klo mau nyeritain tokoh aja mau nya uodate bab nya yg banyak sekali 4 atau 5 bab biar yg nunggu bab ga kesel.. cuma curhat aja ini............
Raka Abqary
percuma dong alex mnjadi sngat kuat toh pada akhirnya hanya alex dan kaisar rowan yang tersisa dibumi..& ternyata tujuan dari cerita ini ialah hanya mencari & bertemu leluhur rockfeller,yaitu dewa sang pencipta..gk seru,gak sesuai dgn harapan,masa iya stlh reinkarnasi alex jdi murid SMPnya dorothy?
Baca Semua Ulasan
Pernikahan Wasiat Sang CEO Arogan

Pernikahan Wasiat Sang CEO Arogan

Sully merasa terharu punya teman seperhatian itu. Mereka berjalan-jalan, sambil mencari kulineran yang ingin Amberly rasakan. Selain itu siang harinya amberly bisa menjelajahi bermain di sungainya. Karena kota ini dibelah oleh sungai terbesar dan terpanjang di Kalimantar Timur, Sungai Mahakam. Sungai ini menjadi urat nadi kehidupan masyarakat Samarinda dan “gerbang” menuju pedalaman Kalimantan Timur. Tidak lupa untuk mampir ke Teluk Lerong Gardennya.
103.5K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 86 kali sebagai mandi sungai jaman dulu
Baca
+Pustaka
JANGAN GANTUNG MUKENAH DI BALIK PINTU

JANGAN GANTUNG MUKENAH DI BALIK PINTU

Beliau tersorok pilu, dia seolah kembali mengulang kehidupannya dalam diam. “Ya enggak, Neng. Palikman iki dulunya, wong sing nyambut gawe kasar. (Dulunya orang pekerja kasar), di Tenggiri barengan bojone. “Berapa yang mati di sungai ini dulu, Mbok?” “Kata orang loro, saling baku hantam sampai tenggelam. Satune mate, satunya ora ketemu.” “Boleh Imel melihat-lihat lokasi pembunuhannya?”
1022.8K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 546 kali sebagai mandi sungai jaman dulu
Baca
+Pustaka
Sebelumnya
123456
...
9
Pindai kode untuk membaca di Aplikasi
DMCA.com Protection Status