Membalas Pembunuh Suamiku
“Kurang ajar! Kamu itu hanya kebetulan saja. Aku yang akan mengalahkanmu dan menyeretmu ke kasur. Lihat saja!”
Mei pura-pura takut mendengarnya. Tangannya menggigil di depan wajahnya. “Ouh, aku takut,” ejeknya. “Takut kamu juga akan kalah di atas ranjangku,” tambahnya.
Amarah preman itu langsung meluap. Dia menyerang Mei membabi buta. Dan seperti yang lain, dia hanya menyerang tanpa berpikir. Hanya dengan dua kali menghindar dan satu kali jab, tubuh preman itu langsung roboh. Mei tersenyum bangga. “Sudah aku bilang aku akan mengalahkanmu.,” ucapnya sambil mengibaskan tangannya seakan terkena kotoran.
인기 회차