Istri Abangku
Kenapa ibunya mudah sekali selebay ini, padahal mereka baru bertemu kembali?
"Gini loh, Ran. Lelaki itu biar cuma jadi tukang kopi, tukang panci, atau tukang parkir sekalipun, tapi tetap terhormat. Karena harga diri lelaki itu bekerja, bukan bergaya. Besok, kita temui orang tua Annisa. Kita akan lamar wanita itu untuk jadi istri kamu. Bagaimana?" ucapan dari Om Herman benar-benar membuat Kamal yang merasa berada di padang pasir yang kering kerontang, tiba-tiba bagai diguyur hujan.