Pendekar Tombak Matahari
Hal itu bisa menjadi kebanggaan tersendiri untuknya.
Maung Bodas mengangkat tangannya, bersiap untuk menghantam kepala Gendon yang masih duduk menyandar di tiang penginapan.
“Pergilah dengan tenang.” Maung Bodas mengayunkan tangannya, hendak menghancurkan batok kepala Gendon. Pemuda itu menutup matanya, berusaha menyambut ajal dengan kedamaian. Namun, dua tarikan napas berlalu, dia tidak merasakan apa-apa.