Tiga Kakak Tiriku yang Menggoda
ucapnya sambil menyandarkan tubuh pada daun pintu, bibirnya melengkung sinis.
“Sudah tahu Aaron tidak ada, tapi kamu bersikap seperti penguasa di sini.”
Aku menegakkan punggung dan membalas, “Kenapa memangnya?”
Kupasang ekspresi tak peduli, seperti biasa yang dilakukan Arsion.
“Aneh saja. Kamu kan biasanya pengecut tanpa Aaron," jawab Maureen dengan bibir mencibir.
Sepertinya dia sangat kesal karena gagal mengintimidasiku lagi, sehingga aku pun tersenyum tipis dan membalas, “Kalau aku pengecut, kamu apa? Penakut yang cuma berani kalau ada kak Aresh?”