Filter dengan
Status pembaruan
SemuaSedang berlangsungSelesai
Sortir dengan
SemuaPopulerRekomendasiRatingDiperbarui
Kau Adalah Obatku

Kau Adalah Obatku

Aku berdesakan di dalam tenda bersama seorang pria yang tak kukenal, dan aku seorang pecandu seks yang tidak membawa obat. Aku berusaha keras menyusut ke sudut tenda, menggigit bibir dan memejamkan mata, sambil berkata pada diri sendiri untuk segera tidur. Sebelum efek obatnya benar-benar hilang... Saat itu, Dimas mendekat dan berkata, "Ada apa denganmu?" Panas tubuhnya terpancar dari punggung, dan kulitku mulai bergetar.
88.8K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 2.0K kali sebagai maximus obat
Baca
+Pustaka
Orenda : Terlahir Kembali Menjadi Antagonis

Orenda : Terlahir Kembali Menjadi Antagonis

“Bisakah kamu memesan obat Aqua Morbid? Katakan pada mereka, besok obat itu harus sudah tiba di kastil. Aku akan membayarmu beserta obat itu sebesar satu milyar koin.” Orang itu kemudian mengangguk dan segera pergi dari sana. Aqua Morbid adalah obat langka yang digunakan untuk menyembuhkan segala penyakit. Tapi, obat itu juga memiliki khasiat untuk menormalkan aliran mana.
109.0K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 270 kali sebagai maximus obat
Baca
+Pustaka
Dikejar Lagi oleh Istri CEOku

Dikejar Lagi oleh Istri CEOku

Luther menarik napas dalam-dalam dan berkata setelah menenangkan pikirannya, "Tuan Hemdar, aku dengar perkembangan Keluarga Oktavius dalam bidang farmasi sangat bagus. Aku punya sebuah obat luka yang luar biasa namanya Salep Halimun. Obat ini bukan hanya bisa menghentikan pendarahan dan menyembuhkan luka, tapi bisa menghilangkan bekas luka juga. Begitu obat ini dipromosikan, pasti akan membuat Keluarga Oktavius mendapat keuntungan yang melimpah." "Obat luka?" Hemdar mengangkat cangkir tehnya dan meminumnya, lalu berkata dengan nada yang kurang berminat, "Keluarga Oktavius punya banyak obat seperti ini, contohnya Salep Emas Oktavius yang khusus untuk menyembuhkan luka dan menghilangkan bekas,
8.83.6M DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 98.0K kali sebagai maximus obat
Tampilkan Ulasan (736)
Baca
+Pustaka
Hamfa Merman
Kisah seorang wanita muda yang pergi ke ibu kota untuk meraih mimpi malah mendapati CEO luar biasa aneh yang tinggal tepat di sebelah kamar apartemen miliknya. Baca hanya di novel berjudul CEO MISTERIUS DI SEBELAH KAMAR. Dijamin seru, menegangkan, dan baku hantam serta adu mulut pun ada. Silahkan di
Harsya Effendi
cih penulis novel ini ga punya wawasan luas dan bodoh, setiap ada rintangan dan masalah yg di hadapi tokoh utama pasti masalahnya sama dan terus berulang ulang seperti ini, darimulai wendy, carlos, arnold sampai handy di bab 400san, sungguh membosankan, kenapa selalu di hadirkan tokoh tokoh yg sama
Baca Semua Ulasan
Sang Pengawal

Sang Pengawal

Saat itu Max justru menatapnya dengan tajam dan Boss pun berkata, “Sepertinya kau yang paling cocok untuk menjadi obat bagiku!” Max tak mengatakan apa-apa, ia hanya merenungi perkataan pemuda itu dan mencoba mengerti apa maksudnya. Kenapa ia membicarakan tentang obat, apakah itu obat serbaguna yang juga bisa merubah penampilan Zack? Kemudian ia pun datang mendekati Erick dan kembali mengendus-endus. Erick pun berteriak dan berkata, “Jangan! Jangan mendekat! Tubuh kami tak enak. Kami banyak mengkonsumsi alkohol dan makanan tak sehat lainnya!”
9.573.0K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 2.3K kali sebagai maximus obat
Baca
+Pustaka
DIBENCI KELUARGA DICINTA RAJA MAFIA

DIBENCI KELUARGA DICINTA RAJA MAFIA

Diikuti, dua orang keluar dari sebuah mobil, dengan cepat memeriksa Serena. "Telan ini!" Pinta Al seraya menyerahkan sebutir pil. Tatapan horor Serena jadi jawaban untuk apa yang Al minta. "Ini bukan racun, ini obat untuk menghilangkan rasa tidak nyaman setelah mabuk daratmu." Al perlu mencari stok sabar saat harus memberikan penjelasan pada Serena pasal pil mungil itu. Setengah ragu, Serena terpaksa menelannya. Ajaib, obat Max hanya perlu beberapa detik untuk bekerja. Rasa mual, pusing, enek dan rasa tak nyaman lainnya hilang seketika.
10140.1K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 3.6K kali sebagai maximus obat
Baca
+Pustaka
Obat Yang Diberikan Suamiku Ternyata Racun

Obat Yang Diberikan Suamiku Ternyata Racun

Reynand tersenyum melihat ekspresi lucu dari Nona Mudanya itu. "You are the boss, Miss," jawab Reynand tersenyum. Manis sekali, hati Maya berdesir untuk kesekian kalinya. Reynand berjalan ke arah meja dekat jendela tempat obat Maya disediakan dan meletakkan satu pot kecil tanaman sansivera mini di situ. "Ini obat yang disiapkan Tuan Bram?" tanyanya menoleh ke arah Maya. Maya mengangguk. Reynand memasukkan obat itu ke dalam plastik kecil dan menyimpan di sakunya.
103.2K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 126 kali sebagai maximus obat
Baca
+Pustaka
OBSESI MANTAN SUAMI

OBSESI MANTAN SUAMI

celetuk Sarah dengan berani, sehingga Marni yang hendak membuka mulutnya, seketika menutupnya. "Kalau begitu, pantas saja Satria kejang-kejang. Tapi, kalian jangan khawatir, karena kejang-kejang yang Satria alami, masih dalam batas wajar. Jadi kalian berdua tidak perlu panik. Oh ya, nanti akan saya resepkan obat penurun panas yang cocok untuk Satria," pungkas Hilman. Lelaki itu lantas membalikkan badannya, kembali masuk ke dalam ruangan dimana sang perawat kini menatapnya dengan senyum dikulum.
105.3K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 128 kali sebagai maximus obat
Baca
+Pustaka
Adik Ipar, Jangan Goda Aku

Adik Ipar, Jangan Goda Aku

Fungsinya persis yang tadi dikatakan oleh satpam. Grup MD atau Mahameru Djaya adalah pabrik obat swasta milik keluarga Alexander. Mereka memproduksi obat mulai dari generik sampai premium. Dan produk mereka tersebar di seluruh rumah sakit, apotik, baik dalam negeri maupun luar negeri. Karena itu setiap obat yang diproduksi Grup MD melalui ijin berlapis mulai dari standar lokal, WHO hingga standar international lainnya.
963 DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 30 kali sebagai maximus obat
Baca
+Pustaka
Pengawal Nona Muda

Pengawal Nona Muda

“Aku tidak mendengar kabar itu. Maksudku, aku tahu berita-berita tentang penodongan dan pencurian—” “Obat terlarang.” Max melongo mendengar kalimat Samuel. Obat terlarang? Sejak kapan? Arian bukanlah pemuda bodoh yang merusak dirinya dengan menggunakan obat-obatan. Ya, ia memang pencuri, tapi bukan pengobat dan pengedar. “Tidak mungkin. Kenapa kau tidak menjaganya?” “Apa yang tidak mungkin, Max? Ini semua salahmu!” “Salahku?”
9.810.6K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 422 kali sebagai maximus obat
Baca
+Pustaka
Derita Pernikahan Paksa

Derita Pernikahan Paksa

tanya Max sambil merebut botol obat, keningnya berkerut marah. Vivian memandang Max pelan. "Entahlah, Moa memberikannya padaku," jawab Vivian masih tetap dengan pandangan tanpa arti, kedua mata mereka bertemu namun Max tak menemukan cahaya kehidupan di titik itu sama sekali. Max langsung membaca tulisan yang tertempel di sisi botol. Tidak sepenuhnya mengerti namun dia tahu obat apa yang sedang dia pegang saat ini.
102.6K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 60 kali sebagai maximus obat
Baca
+Pustaka
Sebelumnya
12345
Pindai kode untuk membaca di Aplikasi
DMCA.com Protection Status