Nyawaku Untuk Obatmu
Tapi saat suamiku mengancamku untuk yang keseratus kalinya dan memintaku untuk mencoba obat itu demi adikku, aku setuju.
Bahkan setelahnya aku memperlakukan adikku dengan sangat baik. Semua orang memujiku karena aku akhirnya menjadi dewasa. Namun, mereka tidak tahu, sebenarnya aku sedang sekarat dan semuanya jadi tidak penting lagi.
Di hari aku didiagnosis kanker, Yuda menyodorkan surat cerai ke hadapanku untuk yang keseratus kalinya.
“Citra, kondisi tubuh adikmu makin memburuk. Dia sudah tidak mampu lagi mencoba obat itu. Jika kita tidak bisa mengembangkan obatnya dalam sebulan, nyawanya bisa dalam bahaya.”
Hot Chapters