Filter By
Updating status
AllOngoingCompleted
Sort By
AllPopularRecommendationRatesUpdated
Aphrodite

Aphrodite

ucap Karina Ingin rasanya aya membekap mulut Karina sekarang, bukan apa gadis ini dari tadi ceplas ceplos saja entah soal gaun yang ia pakai, makanan yang mau ia bawa, dan sekarang soal Alara. "eh om ganteng satu ini namanya siapa?" tanya Karina seraya menatap Agam jangan lupakan kedipan mautnya. "gue Agam, karna lo udah bilang gue ganteng lo dapat voucher potongan belanja 50% persen dicafe gue"
102.2K viewsOngoingAdded to Library 60 Times as ave maria gratia plena
Read
+Library
SPERANZA

SPERANZA

kata Xaviera menjelaskan segalanya. Speranza tersenyum miring. "Dunia begitu sempit," ujarnya dan berjalan pergi meninggalkan semua orang. "FLAVIA!!" "Bu, apa dia putri ibu?" tanya Yasa kepada Xaviera. Xaviera mengangguk. "Iya, dia adalah putri ibu cantik bukan?" Xaviera terkekeh dnegna perkataannya sendiri. "Mengapa ibu memanggilnya Flavia? Bukankah namanya Speranza?" tanya Yasa penasaran.
102.7K viewsOngoingAdded to Library 108 Times as ave maria gratia plena
Read
+Library
THE GABRIEL NOSTRA

THE GABRIEL NOSTRA

"Grazie!" The Gritti Palace hanya ditempuh dalam 5 menit berjalan kaki dari La Fenice Opera House dan berjarak 500 meter dari St. Mark's Square. Terletak di kawasan bekas kediaman bangsawan, Venice's Grand Canal menyajikan pemandangan Gereja Santa Maria Delle Salute. Maria Novella sedang bercumbu dengan pria lain, bukan Sebastian ataupun Nikolaj, sedang bermalam dengan koleganya.
1017.5K viewsCompletedAdded to Library 682 Times as ave maria gratia plena
Read
+Library
MAWAR

MAWAR

Tanya wanita paruh baya itu, dia memeriksa mawar dari atas kepala hingga ujung kaki. Mawar segera menghentikan aksi nya itu, "Tidak apa-apa," jawab Mawar. Plak "Awhh...!" Wanita muda itu menjerit, ketika dia mendapatkan tamparan di lengan bagian atasnya. "Perhatikan jalanmu, ara! Kau punya mata, gunakan itu dengan baik!" Tegur wanita paruh baya itu. Mata gadis yang di panggil ara itu sudah berkaca-kaca, dia siap menumpahkan air matanya.
106.0K viewsOngoingAdded to Library 185 Times as ave maria gratia plena
Read
+Library
Obsesi Liar CEO

Obsesi Liar CEO

Mata Grace sudah sepet dan tidak sudi menatap Marvel lagi. Bohong besar bila Grace bilang bahwa dirinya baik-baik saja. Grace merasa sakit. Tepatnya, sakit hati. Bahkan sakit perutnya ketika PMS tidak ada apa-apanya dibandingkan ini. Perasaannya campur aduk. Kesal, marah, sedih, kecewa. Bercampur jadi satu, menyebar ke seluruh tubuh, mengaduk-aduk di dalam hingga perutnya terasa mual. Ingin muntah. Muntah di wajah Marvel. Darahnya terasa mengalir cepat menuju kepala---berkumpul di sana dan siap untuk diledakkan menjadi luapan amarah. Marvel menghampiri Grace, berlutut di hadapan perempuan itu seraya memberikan sebuah belati kepadanya. Grace bingung kenapa Marvel memberikannya sebuah belati.
1047.2K viewsOngoingAdded to Library 1.0K Times as ave maria gratia plena
Read
+Library
GRACIAGAVINO

GRACIAGAVINO

Gavin berdiri dan menaruh pena itu diatas meja gadis itu dan berlalu kemeja tempatnya. Gadis itu mengerjapkan matanya berkali-kali lalu melihat kebelakang "sorry" katanya kikuk. "Btwe kenalin nama gue Gracia pangil aja Cia" kata nya mengulurkan tangan. Gavin tidak membalas uluran tangan Cia "udah tau" balasnya dingin. Cia menyatukan kedua tangannya "kenalin juga gue Gavino" ucap Cia menyindir Gavin tetapi yang disindir tidak perduli.
102.9K viewsOngoingAdded to Library 91 Times as ave maria gratia plena
Read
+Library
Pena Ajaib

Pena Ajaib

ucap Ocin seraya mengamati pena di tangannya. Keajaiban pun terjadi beberapa detik setelah Ocin selesai menuliskan kalimatnya. Perubahan diawali dengan pandangan mata Ocin yang mulai kabur saat melihat pena. Selain itu, Ocin yang awalnya dalam posisi berdiri di depan toilet warung, kini dia merasakan pantatnya menepak kursi. Padahal saat itu dia tidak merasa pindah posisi untuk duduk. Dan memang tidak ada kursi di sekitar toilet warung. Perlahan pandangannya terlihat jelas kembali dan betapa terkejutnya dia saat melihat sekarang dirinya berada di....
102.4K viewsOngoingAdded to Library 50 Times as ave maria gratia plena
Read
+Library
Mutiara Sang Rahwana

Mutiara Sang Rahwana

Tiara cekikikan menggoda Arjuna. "I love you, Son. From here," ucap Tiara sambil menunjuk dada Arjuna. "Untill the moon." Tiara mengarahkan tangannya jauh ke atas kepala. "And back," bisik Tiara lembut sembari menunjuk dada Arjuna kembali. Dikecupnya kepala Arjuna yang berbau minyak telon bayi, menyesap rasa hangat yang mengalir ke dalam hatinya. "Bunda mencintaimu bukan karena kamu sempurna, tapi karena kamu sempurna untuk bunda. Kehadiranmu menyempurnakan hati bunda."
1011.0K viewsCompletedAdded to Library 286 Times as ave maria gratia plena
Read
+Library
Hestia

Hestia

‘Oh iya, namanya Remi,’ bisik Patra menghapal nama-nama anggota keluarga pacarnya. Artemis lanjut membagikan jadwalnya hari itu ke Hera, Remi, dan Jamie yang berjalan bersamanya ke pintu utama rumah. “Gue pun nggak bisa anter Talia, jadi minta tolong Tashi—semoga Tuhan nggak benci gue….” Hera mengernyitkan kening. “Kenapa Tuhan harus benci lo?” “Gue baru inget doa setiap rating tv show turun,” sahut Artemis menyisir rambutnya ke belakang dan mengacak helai-helai malang itu. Malu akan pengakuannya sendiri.
101.0K viewsOngoingAdded to Library 30 Times as ave maria gratia plena
Read
+Library
Adoration

Adoration

“Apa aku harus bilang kalau pernikahanku batal karena calon suamiku tertangkap?” Masih begitu asik termenung, Kana pun semakin merasa takjub dengan tamu yang hadir. Hiasan yang begitu indah membuat ruangan seakan berada di dalam istana. Mewah dan elegan dengan bunga mawar merah menghiasi setiap sudut ruang. Kain serba puntih pun terbentang, kombinasi warna keemasan berhasil membuat ruang semakin berkilauan.
105.8K viewsCompletedAdded to Library 230 Times as ave maria gratia plena
Read
+Library
PREV
12
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status