Filter By
Updating status
AllOngoingCompleted
Sort By
AllPopularRecommendationRatesUpdated
Angga & Ana

Angga & Ana

Demina07
Bagaimana jika dua orang yang tidak saling mengenal harus terjebak dalam pernikahan. Dengan di atur oleh oleh kedua keluarga akankah mereka sanggup untuk menolak. “Besok kalian akan menikah, makanya kami sepakat untuk mempertemukan kalian terlebih dulu,” ucapan Indira tersebut sontak membuat Angga dan Ana terkejut. Angga menajamkan matanya kemudian menatap Ana yang juga menatapnya tak kalah sengit. Ana “Ma yang bener dong aku mau dinikahin besok,” kataku terus mengikuti kemana Mamanya berberes. “Beneran sayang, yang bilang bohongan siapa si,” balas Mama tanpa menatap kearahku. Kemudian aku beranjak mendudukan diri dikursi meja makan, menahan kesal. Masih menghunus pandangan kearah mama yang tengah memasak makan malam. Angga “Ma, Angga nggak mau ya nikah sama tuh bocah,” kataku setelah sampai diruang tamu kediaman keluargaku. “Siapa yang kamu panggil bocah?” Tanya Indira. “Dia bentar lagi lulus kok,” seraya meletakan segelas kopi dimeja . “Lihat kan anaknya lucu gitu Mama suka banget,” Katanya lagi dengan mata berbinar. Bagaimana kelanjutan kisah Angga dan Ana. Simak ceritanya.
Romansa
8.76.0K viewsOngoing
Read
Add to library
Melahirkan anak untuk CEO

Melahirkan anak untuk CEO

"Lukas, jelaskan padanya!" "Baik, Tuan Muda." Pria tua berusia lima puluhan itu menyerahkan setumpuk kertas di depan Alena. "Silakan dibaca, Nona Alena." Meski tak paham akan situasi aneh itu, Alena melakukan apa yang dikatakan Lukas. Dia membawa kertas berjumlah lima lembar tersebut dan membacanya baik-baik. "Tidak .... aku tidak bisa," bisik Alena sedih. "Maaf, Tuan. Anda salah orang jika menganggap saya perempuan seperti itu!" Brak! Meja di depannya digebrak kasar oleh Harry. Lelaki bermata hijau itu menatapnya dengan sorot membunuh yang siap untuk menerkamnya seketika. Alena sampai terkejut, memundurkan tubuhnya ke belakang. "Aku memberimu satu miliar rupiah, tapi kau menolak untuk melahirkan anak untukku? Hei, gadis tak tahu diri, sepertinya kau menganggap dirimu sangat berharga!" Harry mencengkram jari-jari tangannya penuh amarah."Lukas, buang gadis sialan ini ke hutan!" perintah Harry kemudian. **** Halo, untuk lihat novel lainnya follow ig author yuk, kak. Ig : @butiran_debugn dan fb butiran debu. Terima kasih, semoga kalian suka dengan karya-karya author, ya.
Romansa
9.62.4M viewsCompleted
Show Reviews (534)
Read
Add to library
malapalas
BACA novel berjudul :FREL. Banyak kejutan di dalamnya. Selain tentang cinta segitiga yang bikin baper, gemes dibumbui humor dan mengharubirukan, kalian akan disuguhi dg persahabatan, keluarga, luka dan rahasia di masa lalu orangtua yang akan membuat cerita lebih seru dan menjungkirbalikkan perasaan.
Irene Tampubolon
novelnya bagus... selalu ingin tahu alur ceritanya setiap kita baca bab demi bab. karakter orang dalam novel ini juga beragam yang membuat kita penasaran dengan ujung ceritanya. dilengkapi juga dengan istilah-istilah dalam novel yang diberi penjelasan dengan baik sehingga menambah wawasan pembaca...
Read All Reviews
Di Balik Bayang-Bayang Keluarga

Di Balik Bayang-Bayang Keluarga

Sejak usia dua tahun, Erianna Vindra menjadi bank darah pribadi untuk adik kembarnya setelah didiagnosa memiliki kelainan genetik yang langka. Dokter memprediksi adiknya tidak akan hidup lebih dari delapan belas tahun, jadi keluarga dan kakak laki-lakinya sangat menyayangi adiknya. Mengutamakannya dalam segala hal. Mereka bahkan menyalahkan Erianna, menuduhnya "mencuri" nutrisi adiknya dari dalam kandungan sehingga membuatnya sakit-sakitan. Di kehidupan sebelumnya, tidak ada satupun di keluarganya yang menyayanginya. Hanya tunangannya, Devan, yang benar-benar tetap berada di sisinya. Tapi, Erianna tidak pernah menyangka bahwa ada yang disembunyikan di balik cinta Devan. Hingga adiknya tanpa sengaja jatuh dari tebing dan perlu transfusi darah penuh. Devan mengisi formulir persetujuan tanpa ragu, mengirim dirinya ke meja operasi untuk jadi pendonor. Saat darahnya mengalir dan kesadarannya hampir sirna, Erianna berjanji bahwa, di kehidupan lain, dia tidak akan menjadi bank darah untuk adiknya lagi! Berikutnya, saat dia membuka mata, dia kembali ke hari dimana dia telah bertunangan dengan Devan ….
Short Story · Mafia
2.7K viewsCompleted
Read
Add to library
"Custom-Made" Lies

"Custom-Made" Lies

By the time I got home from my business trip, it was already past midnight—and my husband wasn't there. A woman's blouse lay on the sofa. It wasn't mine. I called him. He said he was working late at the office. I didn't bother with pretense. "Whose blouse is on the sofa?" His tone was light and casual. "Who else would it be? It's obviously a gift for you. Try it on." Suspicious, I picked it up and held it against myself. The blouse was clearly one size too small. "Honey, this is a size S. I always wear M." My husband owns a clothing company. He handles all my clothes. He's even used my measurements to design women's wear. There's no way he doesn't know my size. On the phone, he froze for half a second, then spoke as if piecing something together. "This is a new women's line I'm launching. I ordered custom pieces for you and my sister. I must've grabbed the wrong one. I'll switch it tomorrow." A moment later, his voice softened with exhaustion. "Babe, you've been gone for days. Without you, I feel so tired… I miss you so much…" It was already late into the night. Hearing him sound vulnerable—something he rarely did—made my chest tighten. I blamed myself for overthinking. But the moment I hung up, realization struck. His sister has the same build as me. She always wears size M.
Short Story · Romance
1.6K viewsCompleted
Read
Add to library
Setelah Dua Kali Dikhianati, Aku Dinikahi Sang Penguasa

Setelah Dua Kali Dikhianati, Aku Dinikahi Sang Penguasa

Di meja makan, salah satu sahabat suamiku tiba-tiba berbicara dalam Bahasa Italia. “Tiga tahun lalu, demi membantu Liora mendapatkan surat damai dari Amara, kamu menikahi Amara dengan pesta yang megah. Selama ini aku melihat sendiri, Amara makin lama makin peduli padamu. Tapi kamu masih saja terus membohonginya. Jelas-jelas itu pil KB, tapi kamu bilang obat depresi. Kamu nggak takut, kalau suatu hari dia tahu kebenarannya… hatinya akan hancur?” Suamiku tersenyum pahit, wajahnya dipenuhi kerumitan. “Seorang anak yang nggak diharapkan, nggak perlu lahir ke dunia. Soal Amara… selama dia nggak mengganggu kebahagiaan Liora, aku akan menepati janjiku, melindunginya seumur hidupku.” Tak ada yang tahu, demi bisa mengikuti langkah suamiku, aku sudah menguasai Bahasa Italia sejak lama. Aku berdiri di ambang ruang tamu. Bekas ciuman masih membekas di leherku. Tanganku menggenggam obat yang katanya “obat depresi”, padahal… Tubuhku membeku. Jadi… semua rasa yang suamiku tunjukkan padaku hanyalah kebohongan semata. Yang kukira sebagai penyelamatan, rupanya hanya tipu daya yang direncanakan dengan rapi. Kalau begitu, aku memilih untuk merelakan mereka semua.
Short Story · Romansa
19.5K viewsCompleted
Read
Add to library
Penyesalan Setelah Diriku Tiada

Penyesalan Setelah Diriku Tiada

Aku didiagnosis menderita lupus eritematosus sistemik stadium berat dan akan meninggal tiga hari lagi. Setelah 188 kali telepon permintaan tolongku ditolak suamiku, aku membawa hasil pemeriksaan dan melangkah masuk ke kantor pelayanan perawatan akhir hayat. “Halo, tolong bantu jadwalkan proses kremasiku dan ajukan juga bantuan subsidi dari pemerintah.” Sepuluh menit kemudian, mereka datang. Belum sempat aku bicara, suamiku yang seorang pengacara langsung menamparku tanpa ekspresi. “Demi merebut perhatian dari Penny, kamu pura-pura sakit parah?” Kakakku yang seorang dokter merebut hasil pemeriksaanku, lalu membuka dan menatapku, sambil mencibir, “Lupus? Kalau mau pura-pura sakit, setidaknya yang masuk akal. Penyakit seperti ini hanya diderita satu dari sejuta orang.” Aku menahan rasa sakit di tubuhku, lalu kembali ke meja petugas dan menyerahkan formulir, serta hasil medis lagi. Melihat ruam berbentuk kupu-kupu di pergelangan tanganku, petugas itu tampak iba. “Aku sudah nggak punya keluarga lagi.” “Aku ingin mendaftar layanan kremasi tiga hari lagi, lokasinya bebas. Aku hanya berharap kematianku nggak menjadi beban bagi siapapun.”
Short Story · Realistis
7.0K viewsCompleted
Read
Add to library
Istri Dadakan Dosen Idaman

Istri Dadakan Dosen Idaman

"Lalu kamu mau sampai kapan hidup seperti ini? Dikeluarkan dari kampus, dipanggil polisi karena tawuran, dilaporkan karena menabrak kendaraan dalam kondisi mabuk?" "Oma ... aku masih muda. Aku masih pengin hidup bebas, jalanin hidupku sendiri!" Regita merengek. Suaranya mulai pecah, tubuhnya gemetar menahan gejolak dalam dada. Menikah bukan keinginannya. Pernikahan orangtuanya yang berantakan, menyisakan trauma untuk Regita. "Cukup!" potong Oma dingin. "Semuanya sudah Oma bicarakan pada keluarga calon suamimu. Lamaran akan dilakukan hari Sabtu ini dan menikah secepatnya di Minggu depan." "Omaaaa—!" Regita menjerit frustasi, melempar bantal sofa ke lantai. Regita terdiam dalam tangis yang tertahan. Sekuat apa pun ia ingin melawan, ia tahu hidupnya masih bergantung pada sang Oma. Rumah tinggal, biaya hidup, bahkan nama keluarganya. "Kalau kamu tetap menolak." Suara Oma kembali terdengar, pelan tapi menusuk. "Mulai besok, kamu silakan cari tempat tinggal sendiri. Uang sakumu, makan, fasilitas, dan semua yang kamu gunakan, akan Oma cabut." Regita terdiam. Sang Oma sedang tidak main-main. "Bereskan dirimu. Jangan buat hal memalukan lebih besar lagi. Berhenti main-main dan kamu harus berubah!" Menikah? Satu hal yang tidak pernah masuk ke dalam harapan Regita, tapi justru akan menjadi kenyataan yang tidak bisa ia hindarkan.
Romansa
1.7K viewsOngoing
Read
Add to library
Ghost of a Broken Home

Ghost of a Broken Home

On April Fool’s Day, my CEO husband cut out my heart to save his childhood sweetheart's son. After the surgery, he tossed me into a cold rental apartment, where I died in agony. Three days after my death, my five-year-old daughter played in the room as usual. Walking by the sofa, she wrinkled her little nose and mumbled, "Mommy, there's a weird smell in here." She touched my face and murmured, "Mommy, are you pretending to be Snow White? Why are you so pale?" She shook my arm harder and raised her voice, "Mommy, it's my birthday today—get up and blow out the candles!" Confused, she picked up the phone and called her father. “Daddy, did I make Mommy mad? I lit the candles, but no matter how much I call her, she won’t wake up.” On the other end of the call, Patrick Hart’s voice was cold and impatient. “What could possibly be wrong with her? She’s just pretending to be asleep for sympathy. It’s Johnny’s birthday, I’m busy. Don’t bother me! Tell your melodramatic mother to stop playing her little tricks. I don't have time to humor her." My daughter removed the candle from her bun, pinched off a piece of the bun, and fed it to me. "Mommy, I made a secret wish… I really wish you could hold me again, just like before."
Short Story · Romance
3.6K viewsCompleted
Read
Add to library
Who Am I: Past Lives

Who Am I: Past Lives

Xuiqa Vei
Gadis itu masih terbaring dengan posisi yang sama, yang berbeda hanyalah kelembapan di bawah matanya. Rino menyentuhnya dan mengelapnya dengan tisu. “Tak apa jika kau ingin seperti ini, aku akan tetap menemanimu. Tenang saja, Lucy. Sampai kapanpun, bahkan ketika misiku telah usai. Aku masih belum yakin, ada apa denganku. Tetapi aku akan berada di sini, ya, di sisimu, menyiapkan bahuku jika kau perlu.” “Sebenarnya aku tidak yakin juga akan hal itu, tetapi, ya ..., lupakanlah,” ia berkata. Tangannya meraih kursi yang ada di samping meja lampu. Ia pikir mungkin akan mengobrol dengan raga gadis yang kosong ini sesaat. “Sangat langka momen seperti ini, momen di mana kau, Lucy, bisa menerima semua yang kukatakan. Bukan berarti aku senang kau seperti ini. Ini sangat susah untuk diceritakan, tetapi aku akan memberitahumu.” “Separuh dirimu adalah diriku, dan separuhnya lagi adalah dirinya. Dan takdirmu sangat tidak bisa diterima bagimu, itu dapat dilihat dari keadaanmu saat ini. Misiku adalah mengawasimu sebagai musuh, tetapi aku malah mengawasimu sebagai orang terdekatmu. Kau mengerti maksudku, bukan?”
Romansa
2.4K viewsOngoing
Read
Add to library
Dia, Yang Mudah Dihibur

Dia, Yang Mudah Dihibur

Pada hari Idul Adha, aku menyiapkan satu meja penuh hidangan kesukaan Brian. Namun lagi-lagi, dia tidak datang. Aku terdiam sejenak, lalu dengan cekatan membuka postingan instagram, orang yang cinta sejati Brian. [Harus diberi pujian! Aku baru bilang lampu rusak, dia langsung meninggalkan pacarnya demi datang ke sini.] [Tolong pertahankan sifat yang lebih mementingkan teman daripada pacar.] Fotonya memperlihatkan Brian yang sedang berdiri di atas bangku, mendongak untuk mengganti lampu. Dia menopang kaki Brian dengan kedua tangan, wajahnya tanpa sengaja menyapu bagian paling sensitifnya. Brian tidak menghindar, malah menyunggingkan senyuman samar. Pemandangan itu begitu menusuk mata, tapi aku tidak lagi menangis ataupun marah. Aku hanya dengan tenang memberi tanda suka, lalu mengajukan putus dengannya. Brian tidak percaya sama sekali. “Paling hanya mengambek saja, cuekin saja beberapa hari. Nanti aku hanya perlu ulurin tangan saja, dia pasti bakal luluh lagi.” Namun, Brian tidak tahu, aku bisa begitu mudah luluh dulunya, karena aku mencintainya. Mulai sekarang, dia tidak akan pernah bisa membujukku lagi.
Short Story · Romansa
7.7K viewsCompleted
Read
Add to library
PREV
1
...
910111213
...
16
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status