Mengejar Mantan
titah Bagas, lirih.
"Baiklah, Mel tunggu ceritanya, janji, ya? Ya udah, Mel turun dulu temenin mama makan," jawab Melati sambil melangkah ke arah pintu yang sedari tadi terbuka.
"Iya, makasih ya, Mel," sahut Bagas, dengan senyum terpaksa.
Bagas membaringkan tubuhnya di atas kasur yang berukuran hanya cukup untuk dirinya seorang. Otaknya sedang tidak bisa berpikir jernih. Karena Silmi, Shania pun ia lepaskan.
Hot Chapters