Pustaka
Filter dengan
Status pembaruan
SemuaSedang berlangsungSelesai
Sortir dengan
SemuaPopulerRekomendasiRatingDiperbarui
BLASTERIS TERKUAT

BLASTERIS TERKUAT

Jadi dari mana suara kucing ini? Krisna mendongak. Tidak jauh dari bak mandi, seekor kucing hitam sepanjang sekitar satu meter sedang berjongkok di atas meja. Warnanya hitam keunguan; matanya seperti batu rubi; mantelnya berbulu. Itu pasti kucing yang tampak lucu, yang merupakan hewan peliharaan yang harus mati bagi banyak gadis muda. Tapi Krisna merasakan hawa dingin menjalar di punggungnya saat dia melihat kucing hitam besar itu. Ini mungkin terlihat menggemaskan, tetapi mereka yang mengenalinya akan membuat rambut mereka berdiri.
1066.3K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 1.5K kali sebagai meng kucing
Baca
+Pustaka
Kucing Hitam Sang Penyihir

Kucing Hitam Sang Penyihir

Bagaimana pun, meski tidak memiliki akal sehat, hewan tetap memiliki perasaan dan merupakan makhluk hidup. Memikirkan perihal hewan, mata Corin sekali lagi melirik ke arah Snow dan juga Phoenix. Sepasang Kucing Hitam itu sedang berbagi ilmu. Terlihat sangat seru sekali sehingga melupakan sekitarnya. Sementara yang kecil sibuk untuk bertanya, kucing besar dengan sabar akan menjawab dan menjelaskan setiap pertanyaan remeh yang diajukan si kecil.
104.9K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 97 kali sebagai meng kucing
Baca
+Pustaka
My StepBrother, I Love U.

My StepBrother, I Love U.

Di balik semak-semak pohon jarak yang ada di halaman, aku melihat benda putih menggumpal tengah meringkuk bersembunyi dari hujan. "Oh? Kucing!" Aku berlari keluar dari kukungan selimut tebalku dan pergi ke arah dapur. "Ma ada kucing, Ma. Kasian keujanan." aku berteriak pada Mama yang tengah memasak sarapan. Aku menarik-narik ujung bajunya, tapi dia sama sekali tidak bergeming. "Biarin aja." "Tapi kasian, Ma. Aku bawa masuk boleh, ya?"
102.9K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 110 kali sebagai meng kucing
Baca
+Pustaka
Awas Cakar! Bodyguard-ku Menjelma Kucing Manja

Awas Cakar! Bodyguard-ku Menjelma Kucing Manja

"Mana Mochi? Mana kucingku?" Juno menelan ludah. "Kucing? Saya tidak melihat kucing di sini, Nona." "Tadi ada di sini! Kucing abu-abu yang sangat manis," Arina mulai mencari ke bawah meja dan di balik gorden. "Mochi! Mochi, kamu di mana?" Juno hanya bisa berdiri kaku, merasa bersalah sekaligus konyol. Mochimu sedang berdiri di depanmu sekarang, Nona, dan dia sedang berusaha keras untuk tidak terlihat panik, pikirnya.
10531 DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 20 kali sebagai meng kucing
Baca
+Pustaka
Ngurus Kucingmu, Sayang Sama Kamu

Ngurus Kucingmu, Sayang Sama Kamu

“Udah lima tahun lalu, Des. Aku udah terbiasa nggak ada Ibuk di rumah.” Deska tampak bersalah. Ia langsung mengalihkan pembicaraan ke topik lain. “Lo udah hafal semua nama kucing di sini belum?” “Beluuum,” jawabku sambil meringis. “Empat belas kucing itu banyak banget, Des! Tapi ada beberapa sih yang aku inget karena khas banget.” “Andro nih pasti. Sama Miro.” “Sama Nathan, Anya, Snowie, Gengis Khan. Eh, Gengis Khan itu kamu yang kasih nama, ya?”
1.2K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 47 kali sebagai meng kucing
Baca
+Pustaka
Perselingkuhan Yang Manis

Perselingkuhan Yang Manis

Kucing itu mengeong sekali lagi, menjawab pertanyaan Dea yang mengajaknya bicara. Dea mengambil selembar roti tawar yang ada di atas meja makan, lalu memotongnya menjadi beberapa bagian dan memberikannya pada kucing itu. Kucing berwarna putih itu tampak tidak tertarik. Ia hanya mengendus-endus roti yang diberikan Dea. "Catty, have you ever miss someone so bad until it hurts?" Kucing itu mengeong untuk ke sekian kalinya. Bisa jadi ia mengerti perkataan Dea barusan.
1014.4K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 375 kali sebagai meng kucing
Baca
+Pustaka
Sang Legenda Dewa Pedang

Sang Legenda Dewa Pedang

“Berhentilah mengeong. Cepat dan hirup lebih banyak. Ini adalah harta yang langka. Mungkin kita juga bisa berkultivasi dengan menggosok diri kita di bawah pohon ini setiap hari!” Oh meong! Ini sangat nyaman! Li Yu baru saja memasuki halaman ketika dia melihat sekelompok besar kucing liar bergesekan dengan batang pohon. Mereka tampak seperti sedang makan catnip dan terus mengeong “Aduh, pemandangan ini tidak enak dilihat!” Li Yu tersenyum dan tidak memperhatikan mereka lagi. Bagaimanapun, itu normal bagi kucing untuk melakukan hal-hal yang membingungkan.
101.7K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 47 kali sebagai meng kucing
Baca
+Pustaka
OGAH MARRIED!

OGAH MARRIED!

Meninggalkan ‘anjing’ dan ‘kucing’ yang dengan cepat kemudian bertengkar kembali. “Elo picik ya?”
105.6K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 203 kali sebagai meng kucing
Baca
+Pustaka
Bukan Aku

Bukan Aku

"Alhamdulillah. Ma, aku mau tanya. Anak kucing itu dikasih makan apa, ya?" "Kok tanya itu? Kalau kucing ya dikasih makanan buat kucing, dong." "Belinya di mana?" "Kok tanya itu?" "Tadi aku nemuin anak kucing. Gak ada induknya. Kasian, kan?" "Ya udah, jemput mama di rumah! Nanti kita beli sama-sama makanan buat kucingnya." "Iya, Ma. Assalamu'alaikum."
1012.8K DibacaTertahanDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 294 kali sebagai meng kucing
Baca
+Pustaka
Berawal Dari Terpaksa, Berakhir Saling Mencinta

Berawal Dari Terpaksa, Berakhir Saling Mencinta

Mending dipake buat tidur lebih berfaedah kayaknya. Kaila nggak jadi mandi, mending turun ke bawah buat nyari makanan. Mandi mulut lebih penting dari pada badan. Kucing nggak mandi aja dia bertahan hidup kok, jadi Kaila ikuti saja teori kucing. Saat akan membuka kulkas, Kaila melihat memo. Ia mencabut dan membaca dengan senyum miring. To : Istri kecil yang cerewet sekaligus bego.
1014.4K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 344 kali sebagai meng kucing
Baca
+Pustaka
Sebelumnya
1
...
5678910
Pindai kode untuk membaca di Aplikasi
DMCA.com Protection Status