Suami Warisan
‘Please, marry me, Rengganis…’
Ya Tuhan, apa dia tidak salah dengar? Dia yang hendak mencapai klimaksnya, tiba-tiba saja terempas oleh keterkejutannya.
“Fuck!” Mahesa mengumpat dengan dada masih naik-turun, napasnya terengah-engah dengan degup jantung 120 km/jam. Matanya sedikit mengabur, nafsunya masih ogah turun. Refleks, tangan Mahesa memegangi miliknya yang kemudian memuntahkan cairan panas nan kental “Fuuuccckkk…!”