Direndahkan Mertua
“Dari mana ya? Lupa, ada yang pernah ingetin. Lama udah, tapi ya itu biasanya mitos.”
Saat Susi sibuk mencuci piring, Rendy menatap amplop cokelat di atas meja yang terbuka. Dengan rasa ingin tahu yang tak bisa ditahan, dia menyipitkan mata membaca tulisan yang tampak mencolok: Panggilan Sidang.
“Mbak, ini surat apa?” tanya Rendy sambil menunjuk amplop itu.
Susi menoleh sejenak, melihat ke arah yang ditunjuk Rendy. Ada jeda sebelum dia menjawab. “Oh, itu surat panggilan sidang cerai, Ren.”
Hot Chapters