Ada cerpen yang sangat menyentuh berjudul 'Sarung Ibu' karya Damhuri Muhammad. Bercerita tentang seorang anak laki-laki yang merindukan ibunya yang sudah tiada, mengenang bagaimana ibunya selalu membelikan sarung untuknya setiap Lebaran. Awalnya dia merasa itu hal sepele, tapi setelah ibunya pergi, baru dia sadar setiap lipatan sarung itu berisi doa dan kasih sayang.
Cerpen ini unik karena menggunakan sarung sebagai simbol kehangatan keluarga. Ketika tokoh utama menemukan tumpukan sarung belum terbuka di lemari, air matanya bercucuran. Bukan karena materialnya, tapi karena dia tak sempat mengucapkan terima kasih. Klimaksnya mengharukan ketika dia akhirnya memakai sarung itu di hari lebaran pertama tanpa ibunya, merasakan betapa setiap helainya seolah masih menyimpan pelukannya.
Yang membuat cerita ini istimewa adalah penggambaran rasa bersalah yang relatable. Banyak dari kita sering mengabaikan hal kecil dari ibu, baru menyadari nilainya ketika sudah terlambat. Gaya penulisannya puitis tapi tidak melodramatis, membuat pembaca merenungkan hubungan mereka dengan orang tua sendiri.