Cinta Diamnya Sang CEO
“Kita yang baru, harus saling menjaga apa yang sudah kita mulai. Ingat, saat segala sesuatu dalam genggamanmu hilang, ada luka yang mengingatkan betapa sulitnya ingin memiliki. Aku nggak ragu dengan apa yang masih kamu rasakan. Mija, aku percaya kamu. Aku harap juga sebaliknya. Aku ingin menjadikanmu prioritas utamaku di atas segala waktu yang hilang. Aku nggak mau merubah apa yang sudah menerpa hidupmu untuk di geser dengan kenangan denganmu.”
Mija tersenyum. Setidaknya, di masa tuanya, ada banyak hal yang baru dirinya ketahui dan berkah lainnya adalah adanya orang yang bisa duduk berdua bersamanya. Menikmati senja sore serta secangkir teh vanilla yang harum.
“Perpisahan, semanis apa pun, s
Hot Chapters