Malam Yang Tertukar
Aku melihatnya membuka mulut mungilnya, bernapas dengan terengah-engah, sementara dua buah dadanya bergerak naik turun dengan cepat.
Kaki kiriku membuka kedua kakinya, lalu lutut kiri kuangkat untuk menggesek area sensitifnya yang lembut.
Aku membuka bra yang dipakainya, lalu mulai meremas, memainkan puting dadanya hingga bagian itu mengeras dan tegang. Perlahan, aku merasakan bagian lutut celanaku mulai basah, pertanda bahwa wanita di hadapanku ini sudah benar-benar siap untuk menerima serangan.
Hot Chapters