Dokter, Sentuh Aku Lagi
tambah Mbok Sari dengan senyum tipis, nada suaranya dingin.
Di ruang makan, Kirana masih berusaha mencairkan suasana. Ia memotong udang, menaruhnya ke piring Arion. “Tuh, aku ambilin. Kamu kerja mulu, nanti masuk angin, lho.”
Arion mengangguk tanpa melihat, tangannya mengetik cepat di ponsel. “Makasih.”
Kirana menggigit bibir bawahnya, berusaha menahan kesal. Ia menatap wajah pria yang nyaris tanpa ekspresi itu.