Suamiku idaman istri orang dan JANDA
Rambutnya terurai rapi, wajahnya dipenuhi ekspresi pura-pura khawatir.
“Kenapa, Mas?” tanyanya lembut, terlalu lembut untuk sebuah kebetulan.
Revan menghembuskan napas kasar.
“Itu… istri saya nolak lagi,” katanya kesal. “Padahal saya sudah pengen.”
Cintya memiringkan kepala, sorot matanya berubah iba—iba yang dibuat-buat.
“Sabar, Mas,” ujarnya. “Perempuan hamil memang sensitif.”