Sebatas Mimpi
Sementara banyak orang terus memanggilnya dari jalan yang terlihat mengerikan.
Bian mengingat kalimat lain yang disampaikan Renata saat mencoba memegang bahunya. “Jalan untuk hidup terlihat mengerikan ya Bi, mungkin karena kita harus terus berjuang. Kau tau, kita selalu ingin menghindari hal-hal sulit, padahal dengan hidup, kita punya kesempatan berharga untuk memperbaiki banyak hal. Aku harap suatu saat kita bisa bertemu lagi ya Bi. Tentunya di kehidupan nyata, bukan dalam mimpi lagi. Kalau saat itu datang, kita pasti benar-benar ditakdirkan bersama.”
Senyum itu, pikir Bian. Sementara langkahnya terus berjalan masuk, semakin jauh.