Simpanan Dosen Tampan
"Ya udah, sekarang Mas buruan merem. Selamat istirahat, Mas Marvin sayang."
"Hm. Selamat malam, Sayang. I miss you," bisik Marvin lirih, sedetik sebelum ia mematikan sambungan video call karena matanya yang benar-benar sudah tidak bisa diajak kompromi lagi.
Layar ponsel Felly kembali menggelap. Namun, senyuman manis di bibir gadis itu tidak luntur sedikit pun. Ia memeluk ponselnya di atas dada, menatap langit-langit kamar dengan perasaan campur aduk—antara hangatnya rasa rindu yang terobati, dan setitik rasa bersalah karena telah menyembunyikan soal proyek kelompoknya bersama David.
Hot Chapters