IMAM UNTUK NIRMALA
Ditengah masjid yang besar itu Mala terpaku menatap lurus kearah pemilik suara merdu yang masih mengumandangkan adzan, dan tanpa disadari satu persatu jemaah pun mulai berdatangan.
Adzan pun selesai. Pemilik suara itu melangkah mundur dan berbalik arah. Dan saat melihat wajahnya, Mala tersentak. Dia adalah Bian. Peserta kegiatan pesantren yang berasal dari sekolah berbeda dengannya. Mereka baru bertemu semalam, selepas acara perlombaan cerdas cermat, dan tanpa sengaja Bian menginjak pena Mala yang terjatuh. Semalam, Bian mampu megharumkan nama sekolahnya dengan mendapatkan skor tertinggi. Anak itu sangat hebat, para dewan juri memujinya.
Bian melangkah semakin mendekat pada Mala yang masih t
Bab Populer