Dicampakkan Calon Suami, Dikejar Tuan Kaya Raya
"Selama 25 tahun, Mama hidup dengan penyesalan yang mendalam. Setiap hari Mama memikirkan kamu, bertanya-tanya bagaimana keadaanmu, apakah kamu sehat, apakah kamu bahagia."
Air mata menetes di pipi Evita. "Mama punya segalanya, harta, jabatan, reputasi, tapi Mama tidak punya yang paling berharga, yaitu anak Mama."
Livia merasakan dadanya sesak melihat ibunya menangis. Selama ini, ia hanya memikirkan perasaannya sendiri, tidak pernah memikirkan bagaimana perasaan Evita.
"Apakah salah sekarang Mama ingin tinggal bersama kamu?" kata Evita sambil terisak. "Apakah salah Mama ingin bangun pagi dan melihat wajah anak Mama? Apakah salah Mama ingin bermain dengan cucu Mama setiap hari?"
Hot Chapters