PERMINTAAN GILA KAKAKKU
Belum genap dua bulan kehamilan adikku, Mama mengeluh.
“Mandala, nenekmu di kampung sakit. Mama harus bagaimana, ya? Takut Mamak pendek umur, tapi Mama belum sempat bertemu.” Mama memainkan ponsel dengan gelisah. Baru saja beliau mendapat telepon dari kampung. Orang tua Mama memang hanya tinggal satu. Itu pun sudah sangat tua. Terakhir kali bertemu saat Klarisa menikah, sedangkan lebaran tahun ini kami memang tidak mudik.
“Ya, Mama tengok saja ke sana. Mudik dulu.”