Hamil Anak Ular
Ia senang melihatnya, tapi rasa senang sedang bertarung dengan rasa takut karena ia sadar tak memiliki kekuatan apa pun untuk melawan hewan berbisa yang terkenal sangat mematikan dengan gigitannya.
Manu memegangi wajahnya yang kini sudah mulus tanpa sisik, juga tangannya serta bagian tubuh lainnya. Ia kini sangat yakin akan perkataan Kakek ular, karena kini ia sudah tak bersisik lagi. Saat ia memandang ke dalam air, ia bisa melihat pantulan wajah tampan berkulit putih bersih yang ternyata adalah miliknya.
Akan tetapi, saat ia hendak menggerakkan badan mendekati anak tangga untuk naik ke permukaan, ular-ular yang tadi mengerumuninya itu malah melilit tubuhnya.