Kultivator Inti Semesta
Udara di sana pekat, bukan karena bau atau panas, tapi karena percakapan yang belum dimulai sepenuhnya sudah terasa membawa beban.
Meja besar melingkar dipenuhi gulungan, artefak, dan beberapa cangkir teh yang belum disentuh. Uap teh di salah satu cangkir masih mengepul pelan, menandakan waktu baru saja bergerak dari momen sebelumnya yang berat. Di antara pria paruh baya itu, ada yang menggunakan jubah paling mencolok, berbeda dengan yang lainnya. Dia mengenakan jubah hitam, dengan motif empat elemen. Api, air, tanah, dan angin. Benang-benang yang membentuk motif itu tampak seperti menyerap cahaya merah dari kristal, menjadikannya berpendar samar, seolah hidup.
Hot Chapters