Dikira Babu Ternyata Ratu
NingrumAza dan sebenarnya aku tak diamaku tak bisa menahan langkah kakimusikap wanita saat kangenwanita tidak berani menatap mata saat bicara
ucapku mengulang kalimat Mas Zein sebagai pertanyaan.
Mas Zain bangkit, duduk di dekatku. Kepalaku pun dengan sendirinya mengikuti arah kemana Mas Zein berada.
"Iya, obat pencahar. Memangnya Mama ada gangguan pada BAB, Dek?"
"Nggak tahu, mungkin saja iya, Mas." Aku sengaja tidak menceritakan perihal Misyka sebab Mas Zain pun tidak menanyakan hal itu.