Perawan 200 Juta
tanyaku tak habis pikir, apa gunanya memasukkan hanya dua cabai.
"Apanya?"
"Cuma dua." Aku kembali manyun.
Pria itu melipat tanganya di atas meja, menatapku dengan senyum yang tersungging di bibirnya.
"Dengar, setauku orang hamil itu nggak boleh minum sembarang obat. Nah kalau kamu sampai sakit perut, gara-gara nggak bisa mengontrol makanan yang masuk, gimana coba," jelas Bara padaku, mencoba memberi pengertian. Aku hanya terdiam, sambil memainkan bibirku.
Hot Chapters