Ada momen di 'Attack on Titan' ketika karakter yang awalnya dianggap loyal tiba-tiba berbalik melawan protagonis, dan itu membuatku berpikir tentang konsep 'musuh dalam selimut'. Dalam konteks cerita, ini bukan sekadar pengkhianatan biasa, tapi lebih seperti ancaman yang tersembunyi di balik wajah familiar. Mereka bisa jadi teman dekat, keluarga, atau bahkan sosok yang dihormati—tapi diam-diam merencanakan kehancuran. Yang bikin ngeri adalah bagaimana penulis menggambarkan ketegangan psikologisnya: kita sebagai penonton/ pembaca sering diberi clue halus, tapi tetap terkejut saat kebenaran terungkap.
Contoh lain adalah Snape di 'Harry Potter'. Selama bertahun-tahun, dia dianggap antagonis, tapi ternyata punya motif kompleks. Ini menunjukkan bahwa 'musuh dalam selimut' tidak selalu hitam-putih. Justru karakter seperti ini sering jadi penggerak alur cerita yang memorakporandakan asumsi kita. Aku selalu suka bagaimana twist semacam itu memaksa kita untuk mempertanyakan siapa yang benar-benar bisa dipercaya dalam narasi.