Malam Pertama dengan Orang yang Tak Dicinta
“Oke. Kalau memang benar kamu menghargai seorang wanita seperti kamu menghargai ibu sendiri. Itu memang patut diacungi jempol. Tapi, tetap saja kamu itu minus akhlak. Dalam Islam, yang haram tetap haram kecuali kamu terimpit antara hidup dan mati baru bisa memilih opsi yang haram. Itu pun dengan sangat amat terpaksa sekali ditambah banget. Bukan malah dipilih sesuka hatimu tanpa memperhitungkan hukumnya. Masalah aku yang sok alim di matamu, itu terserah kamu. Aku hanya berusaha untuk belajar ke arah yang lebih baik, kok. Tapi memang, aku akui, kebaikan itu sulit kulakukan padamu karena aku nggak mau kamu malah jatuh cinta padaku. Fokus saja sama tujuan masing-masing.”
“Jatuh cinta kepadamu?