Cermin Malapetaka
Fatikhatul Janah
Kelahiran putra pangeran Kerajaan Niswa telah di nanti-nantikan keluarga Kerajaan selama bertahun-tahun. Termasuk juga rakyatnya. Ia sangat ditunggu keberadaannya untuk menggantikan posisi ayahnya memimpin kerajaan. Namun sayang kelahirannya justru terjadi pada saat perang berlangsung di Kerajaan Niswa. Serangan Kerajaan Bahara telah membuat bayi pangeran harus diasingkan dari istana demi keselamatannya. Bertahun-tahun mencari keberadaan bayi pangeran. Namun pangeran tak kunjung ditemukan hingga mereka berpikir pangeran telah tiada. Putri Aleta izin menikah dengan Rafles, putra ketiga Kerajaan Bunga. Namun belum sempat cinta mereka bersatu lamaran dari kerajaan Flambuana telah mendatangi Puti Aleta. Singkat cerita akhirnya ayahnya mengizinkan Putri Aleta menikah dengan Pangeran Rafles. Ternyata Pangeran Rafles tidaklah sebaik yang Putri Aleta kira. Ia memiliki rencana untuk menghancurkan kerajaan Niswa. Ternyata dan ternyata Kerajaan Bunga dan Kerajaan Bahara sepakat untuk membalaskan dendam mereka pada Kerajaan Niswa. Ditengah kekacauan dan penderitaan yang dialami Kerajaan Niswa, Putra Mahkota Kerajan Niswa kembali ke istana. Ia akan menyelamatkan istananya. Cara tercepat untuk menghentikan kekacauan pada Kerajaan Niswa adalah dengan meminta harapan Pada sebuah Cermin yang tersembunyi di Goa Bukit Rindau. Namun cermin tersebut justru malah memperburuk keadaan istana. Akankah isatana akan dapat diselamatkan? Atau justru istana akan hancur lebur sekalian tanpa sisa?