Pustaka
Filter dengan
Status pembaruan
SemuaSedang berlangsungSelesai
Sortir dengan
SemuaPopulerRekomendasiRatingDiperbarui
Neng Zulfa

Neng Zulfa

“Ya sudah, Umi putus dulu ya, Nduk. Umi belum ngasih tahu Mas Adhimmu kabar bahagia ini. Habis ini Umi sama Ratna juga mau pergi sebentar ke pasar, mumpung masih siang, nanti sore mau ada acara di pondok.” “Nggeh, Mi.” Zulfa mengangguk. “Yo wes.” Sekali lagi Nyai Azizah mengulas senyum. “Nak Fatih ...,” katanya kemudian dengan arah pandang yang bergeser dari wajah cantik putrinya kepada seseorang yang kepalanya berada di samping Zulfa, terlihat jelas dari tampilan layar plasma yang ada di genggaman tangannya.
106.7K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 262 kali sebagai nadin amizah taruh
Baca
+Pustaka
Bekas Bini

Bekas Bini

jawab Ayah Damar, sambil meremas rambut di kepala belakangnya. "Kamu keliru, Dam. Anak kita bukan perempuan biasa, mereka adalah pemegang sabuk coklat karate. Ya! Ivana dan Naya merupakan pendekar terbaik di keluarga kita, di tambah insting mereka berdua kuat antara satu dengan yang lainnya. Aku yakin, selain karena Allah, tapi ini juga yang menunjukkan ada perasaan keduanya yang mengatakan si kembar ada masalah, hingga Naya ke panti malam malam."
1022.5K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 473 kali sebagai nadin amizah taruh
Baca
+Pustaka
Fitnah Menjadi Janda

Fitnah Menjadi Janda

ucap Winda sembari mengelus lenganku. Aku tersenyum kecut menanggapi ucapan Winda. Kebahagiaan apa yang Winda maksud? Apa kebahagiaan itu ada jika aku dipaksa menikah tanpa persetujuan dariku? *** "Saya terima nikahnya Larasati binti Bapak Seno, dengan mas kawin seperangkat alat sholat dan cincin emas dibayar tunai." Pandu mengucapkan ijab kabul dengan lancar, walaupun suaranya nampak bergetar, sepertinya dia gugup.
5.5K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 115 kali sebagai nadin amizah taruh
Baca
+Pustaka
Janda Muda

Janda Muda

Tanya ibu yang memakai baju coklat tua, atau sering di panggil Bu Ami. "Isshh.. Bukan atuh, Teh!! Yang tinggal di komplek sebelah..." Jawab Bu Cindi kesal. "Anaknya Pak Modin yang geulis itu?" Tanya Bu Ambar yang tiba-tiba datang dan langsung ikut nimbrung obrolan mereka. "Tah, bener.. Anak na Pak Kaum." Jawab Bu Cindi antusias "Tau tee... Neng Arin teh diperkosa sama si Miftah" beritahu Bu Cindi dengan suara pelan.
108.8K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 246 kali sebagai nadin amizah taruh
Baca
+Pustaka
Istri Taruhan Sang Dosen

Istri Taruhan Sang Dosen

Maafin Alia nek, sebenarnya nenek tidak harus ikut ke dalam perjalanan Alia ini karena ini sangat sulit dan sakit. Sampai kapanpun selagi kata taruhan masih melekat kepada Alia, Alia akan tetap seperti ini nih. Semisal mas Fras punya wanita lain di belakang sana Aliya nggak berhak buat marah karena Alia cuma taruhan.
101.3K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 35 kali sebagai nadin amizah taruh
Baca
+Pustaka
Sebelumnya
1234567
Pindai kode untuk membaca di Aplikasi
DMCA.com Protection Status