Nadira
secepat itu aura dingin di tubuh Nadira memudar, matanya berkilat penuh kesedihan, dia sudah melepas cekalan tangannya pada lengan Amira, berganti dia menatap Amira dan adik kelasnya itu.
"Kakak enggak mau ngerasain apa yang dia rasain gitu?" tanya Nadira berbinar, tangannya dengan pasti mengambil kuah milik si adik kelas yang tinggal setengah, menatap ke arah Amira yang membeku, kelu saat Nadira kembali menatapnya tajam.
"Nih kak ... gimana rasanya?" Nadira bertepuk tangan, menatap penuh binar kagum ke arah Amira yang baru saja dia tumpahkan kuah mie tersebut.
Hot Chapters