Aku Hanya Gadis Ternoda
"Ra, gue minta krim pagi, krim malem, sama tabir suryanya satu. Enak nih produk. Enteng, wangi, nggak lengket, kulit gue kelihatan jadi bersinar. Thanks, ya."
Aku tidak menggubris ucapan Renata yang sekarang melangkah kembali ke kamarnya. Fokusku terpusat kepada bocah yang kini menatapku sambil mengedip-ngedipkan mata. Mungkin dia merindukan pria yang selalu memanjakannya saat mereka bersama.
"Ayah lagi kerja. Besok kalau udah pulang, pasti datang jenguk Aiden."
"Kok Ayah nggak tidur sini lagi, Nda?"
Hot Chapters