Filter dengan
Status pembaruan
SemuaSedang berlangsungSelesai
Sortir dengan
SemuaPopulerRekomendasiRatingDiperbarui
Pembalasan sang Putri Pewaris

Pembalasan sang Putri Pewaris

"Ya udah sana Pa, deketin Rangga sana, nanti kalau dia bicara sama papa jangan lupa kabarin mama ya!!" "Beres!!" Jawab papa Rangga. "Mama mau kemana??" Sambung papa Rangga. "Mau pergi lah, disini banyak nyamuk papa saja yang temenin Rangga ya. Jangan banyak tanya cepetan sana temenin ya anak kita, hibur hatinya, jangan sampai sedih lagi begitu, mama nggak tega lihat anak kita sedih dan murung!!"
7.415.9K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 604 kali sebagai ngapain mama
Baca
+Pustaka
Remember Me, BE!

Remember Me, BE!

Perkataan Mama sukses membaut matanya terbuka sempurna. "Isshhh Mama gimana, sih? Diva nggak ngancem Mama, ya. Diva cuman bilang kenyataan. Ngapain juga Diva tetap di sini kalo nggak ada yang dikerjain, mending pulang kali, Ma. Biar nggak ngabisin duit Papa." Diva masih manyun. "Lha, itu juga yang mau Mama lakuin, ngabisin duit Papa kamu."
106.0K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 150 kali sebagai ngapain mama
Baca
+Pustaka
Menjadi Istri Dadakan Om Pewaris Tampan

Menjadi Istri Dadakan Om Pewaris Tampan

Wanita sepuh itu berusaha untuk mengusap kepala putra, tetapi tangannya terasa sudah tidak kuat lagi. “Sangga jika mama pergi ….” “Ma!” potong Sangga yang merasa tidak ikhlas jika harus berpisah dengan wanita yang telah melahirkannya. Tanpa disadari air mata jatuh menetes di pipi ayah satu anak itu. Bagaimana pun bagi Sangga, sang mama adalah salah satu sosok yang selama ini menjadi penyemangat hidupnya, sosok yang selalu dia nantikan nasihat dan doanya.
1051.9K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 1.6K kali sebagai ngapain mama
Baca
+Pustaka
TAK INGIN BERCERAI

TAK INGIN BERCERAI

Semoga saja aku dan suamiku baik-baik saja, tidak ada kendala untuk mendapatkan anak, lalu bisa membuat Mama mertuaku senang dan tidak lagi membenciku. *** Malam harinya selesai makan malam, kami duduk di ruang tengah menonton TV. Lalu, Zahra tiba-tiba menanyakan Mama dan Papanya. “Tante.. Mama dimana? Kenapa gak pernah dateng?” ucapnya lirih. “Mama masih ada urusan sayang, sabar ya. Nanti Mama pasti datang jemput kamu,” jawabku mencoba menghiburnya.
24.3K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 510 kali sebagai ngapain mama
Baca
+Pustaka
Suami Anak Mami

Suami Anak Mami

bujuk Raisa dengan tangan gemetar memeluk kaki papanya. Mas Reihan luluh, melepaskan cengkeraman tangannya dari leherku hingga napasku sesak. Ia lantas pergi, meninggalkan kami berdua yang saling berpelukan karena menangis. "Mama kenapa papa marah?" "Nggak apa-apa, sayang, papa marah karena mama buat papa kesal. Sama seperti saat Raisa tak sengaja numpahin air sampai gelasnya pecah. Mama suka marah, ya, sama Raisa?"
3.0K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 72 kali sebagai ngapain mama
Baca
+Pustaka
MAU KAN, JADI MAMA DIRA?

MAU KAN, JADI MAMA DIRA?

"Mama ke mana, Yah? Kenapa mama Dila gak datang?" "Sebentar, Dira." Angga menelpon nomor Maya yang tertera di resume. Sebenarnya sudah lama laki-laki itu menyimpan nomor Maya. Namun, tidak pernah punya alasan untuk menghubunginya. Sayang panggilan terus berada di luar jangkuan. Angga menghela napas dalam. Menatap Dira penuh arti. "Kita datangin mama ke rumah, mau?"
108.1K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 203 kali sebagai ngapain mama
Baca
+Pustaka
Talak Yang Tertunda

Talak Yang Tertunda

Semenjak hubungan kami makin dekat, aku memang merubah gaya bicaraku pada Sani agar tidak terkesan formal. "Kenapa tidak ditelepon saja?" "Rencananya--" Dering ponsel dalam saku celana yang kupakai menghentikan pembicaraan kami. Aku bergegas mengambil benda pipih tersebut dan entah kenapa perasaan ini makin gelisah ketika melihat nama Mama yang tertera di layar. "Assalamualaikum, Ma." "Waalaikumssalam. Kamu ke mana saja sih, Gan? Kenapa semalam hape kamu gak aktif?" Nada bicara Mama terdengar panik.
1059.4K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 1.6K kali sebagai ngapain mama
Baca
+Pustaka
Pesona Sang Mantan

Pesona Sang Mantan

"Entar nongkrong kalo tujuanmu ke Bungkul." "Enggaaak. Kan Rina masih jam kerja, kantornya deket Bungkul situ." "Iya, tapi jan lama-lama. Mama butuh bantuanmu!" "Iya, beres. Asal ada duit capek aja." "Beres! Jamin bakalan ilang capekmu," jawab Mama, tapi aku jadi curiga. "Ada apaan, sih, Ma?" tanyaku. "Ada pokoknya. Udah, ya. Assalamualaikum!"
2.0K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 69 kali sebagai ngapain mama
Baca
+Pustaka
Istri Kedua

Istri Kedua

Di salon langganan mama] [Ban mobil mama bocor, papa jemput mama bisa kan? [Papa gak bisa ma, papa lagi sibuk di kantor banyak kerjaan] [Mobil tinggal aja, nanti ada orang dari bengkel langganan papa datang kesitu] [Mama naik taxi aja ya] [Ya udah kalau gitu mama naik taxi aja] [Oh ya pa, tadi waktu papa lagi mandi. Mama ambil ATM di dompet papa, abis nunggu papa mandi lama. Boleh kan pa?]
3.2K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 110 kali sebagai ngapain mama
Baca
+Pustaka
Semakin Red Flag Semakin Cinta

Semakin Red Flag Semakin Cinta

"Oh iya, Ma, yang kayak biasa kan? Aku nggak lupa kok. Nanti aku beliin." Setelah selesai menelepon Raia mengembalikan ponselnya ke dalam tas. "Gi, kita ke apotik bentar yuk, mau beli obat untuk mamaku," ucapnya pada Giandra. Giandra menoleh. "Mama kamu sakit?" "Mama aku tuh kena maag kronis, eh, maag akut apa kronis ya namanya? Yang ada hubungannya sama lambung gitu. Pokoknya gitu deh. Jadi Mama mesti minum obat."
920.5K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 615 kali sebagai ngapain mama
Baca
+Pustaka
Sebelumnya
1
...
5678910
Pindai kode untuk membaca di Aplikasi
DMCA.com Protection Status