TERPAKSA JADI PENGANTIN PENGGANTI IBUKU
Suara Prisha lemah lembut, tapi nadanya tegas dan bepengaruh.
“Ohya, Bik Iyam dan Bik Semi juga sholat, kan? Yuk berjamaah bareng saya.”
“Emang boleh kalo nggak ada imamnya?” Bik Iyam bertanya, polos.
“Kalo kita semua wanita, nggak apa-apa diimami sesama wanita. Entar saya yang jadi imam. Yuk, Bik, ajak Bik Semi bawa mukena ke mari. Sholat di kamar saya aja. Ruangannya cukup luas. Muat buat kita sholat sama-sama.”