Library
Filter By
Updating status
AllOngoingCompleted
Sort By
AllPopularRecommendationRatesUpdated
Bukan Pelakor

Bukan Pelakor

Bencana besar yang ia pikir sudah mereda, kini berubah menjadi pertempuran senjata di ambang pelariannya. Di tengah desing peluru, Laras menyadari satu hal, selama ia memegang rahasia para penguasa itu, ia tidak akan pernah benar-benar bebas. Ia harus berhenti menjadi pion yang dilindungi, dan mulai menjadi pemain yang mengatur serangan. "Bara! Berikan aku senjatamu!" teriak Laras tiba-tiba. Bara tertegun. "Apa?! Anda gila?!"
105.1K viewsOngoingIdinagdag sa Library 199 Beses bilang noe row dan laras
Read
+Library
Anakku Teraniaya di Rumah Besar Suaminya yang Kejam

Anakku Teraniaya di Rumah Besar Suaminya yang Kejam

komentar Laras, lagi. "Habis gimana, Bu. Kalo nggak pedes kayak kurang jos, gitu." Doni langsung tertawa kecil sampai menundukkan kepala. Sedangkan Laras hanya menggeleng pelan sambil tersenyum tipis. Diam-diam, ia merasa senang karena sepertinya Dina perlahan sudah mulai membuka hatinya lagi.
102.2K viewsKumpletoIdinagdag sa Library 44 Beses bilang noe row dan laras
Read
+Library
Beauty In The Shadow

Beauty In The Shadow

Adnan hanya menatap dingin, sementara Theo dan dua orang manajer Neona yang mengintip dari luar pun tak kalah terkejutnya dengan kelakuan Laras. “Lo manusia apa bukan sih, Na? Jahat lo, ya! Tega lo! Dosa apa, sih, sampai gue kenal sahabat kayak lo, Neona. Kalau gue tau semuanya bakalan kayak gini, gue nyesel kenal sama elo, Neona!” omel Laras tak merubah pandangannya.“Itu baru tamparan, lain kali gue bunuh lo kalau terjadi apa-apa sama Zenan dan kak Adnan!”
9.93.4K viewsOngoingIdinagdag sa Library 74 Beses bilang noe row dan laras
Read
+Library
TUKANG CILOK TERNYATA INTEL

TUKANG CILOK TERNYATA INTEL

Haris tetap mendorong Laras agar berjalan, meski perutnya menegangkan rasa panas. Tiba di teras, mereka mendapati Dony tertatih keluar asap, senapan masih di tangan, mata liar. Melihat Laras sedang digelandang Haris, tanpa pikir panjang, ia menarik pelatuk—tat-tat-tat!—peluru pendek menyalak. Satu di antaranya menyasar pinggang Haris. Rasa terbakar menabrak sarafnya; dunia berputar. Ia terjatuh berlutut, napas terengah.
102.1K viewsKumpletoIdinagdag sa Library 83 Beses bilang noe row dan laras
Read
+Library
Sewindu Setelah Berpisah

Sewindu Setelah Berpisah

Sekilas dia memandang Reyhan, mereka sangat kompak, Laras dibuat mati kutu! "Ayo, dokter Nadhine. Kita maju hari ini kita ada agenda penting di luar." Dokter Danang mengajak kami untuk menjauhi Laras, sementara Laras masih tidak percaya. Terlihat dia tidak bergeming dari tempatnya.
1074.7K viewsKumpletoIdinagdag sa Library 2.3K Beses bilang noe row dan laras
Read
+Library
Lusia

Lusia

Apa Aaron memasang semacam kamera pengawas di dalam kamarnya? Lusia menatap Aaron, matanya sudah berair karena rasa perih yang tak kunjung reda. Aaron menatap Lusia dengan santai, ia kemudian beralih ke arloij di tanganya, “Ah aku ada urusan, lain kali saja kita bertamasya. Bandit kecil.” Aaron bangkit dan mengusap kepala Lusia dengan sengaja untuk mengganggunya. Dan mata Lusia terbuka lebar, menyadari panggilan Aaron barusan. Bandit kecil?
Sikat na Kabanata
106.8K viewsOngoingIdinagdag sa Library 223 Beses bilang noe row dan laras
Read
+Library
PREV
12345
I-scan ang code para mabasa sa App
DMCA.com Protection Status