Bicara tentang Noe Laras, aku langsung teringat dengan atmosfer magis yang selalu hadir dalam tulisannya. Penulis lokal ini punya cara unik memadukan realisme dengan sentuhan surealisme, seperti dalam 'Gadis Kretek' yang jadi masterpiece-nya. Aku pertama kali jatuh cinta pada gaya bahasanya yang puitis tapi tetap grounded, bercerita tentang perempuan-perempuan kuat di latar industri kretek.
Yang bikin karyanya istimewa adalah kedalaman riset budaya Jawa yang melekat kuat, seperti detail ritual nyadran atau filosofi tembakau yang diangkat jadi metafora kehidupan. 'Gadis Kretek' bukan sekadar roman, tapi semacam potret sosiologis yang dibungkus prosa memikat. Aku selalu merekomendasikannya ke teman-teman yang butuh bacaan lokal dengan kualitas internasional.