Mencintai Musuh Ayahku
Victor Wijaya benar-benar tahu di mana letak kelemahan Reno: bukan pada nyawanya sendiri, melainkan pada kejujurannya di hadapan Karin.
"Reno, kenapa kamu melamun lagi? Makan malamnya hampir dingin," suara Karin memecah lamunan Reno.
Karin berdiri di ambang pintu ruang makan, mengenakan dress rajut berwarna putih yang membuatnya tampak seperti malaikat di tengah kegelapan malam. Ia tersenyum, namun senyum itu tidak sampai ke matanya. Karin bukan wanita bodoh; ia merasakan ketegangan yang memancar dari setiap gerak-gerik Reno sejak paket misterius itu datang.