SUAMI YANG SEMPURNA
Beberapa hari terakhir ini, aku sudah mencoba menghubungi mereka berkali-kali menggunakan telepon hotel, namun tidak ada tanggapan.
Kurebahkan diri di atas ranjang, memijat pelipis yang mulai dilanda pusing. Ponsel milik Bagas tiba-tiba berdering, nomor tanpa nama berkelap-kelip di layarnya. Dan aku hafal nomor tersebut. Wanda.
"Halo, maaf ini siapa, ya? Tadi ngehubungin ke sini? Halo?"
"Halo, Wan, ini aku, Masmu."