Filter dengan
Status pembaruan
SemuaSedang berlangsungSelesai
Sortir dengan
SemuaPopulerRekomendasiRatingDiperbarui
LOL

LOL

Balas Nira “Baiklah.” Darrel berjalan keluar dari kamar itu, ia pergi ke kamar mandi dan tertelan di dalamnya. Suara gaduh terdengar di rumah milik keluarga Mr. Ahmad, pasalnya dia cukup kesal karena salah satu anaknya tidak kembali ke rumah selama 4 hari dan ia tidak tahu kemana anaknya itu pergi. “Dimana Nira?” Semua orang yang berada di ruang keluarga itu menutup mulutnya kecuali sang ayah
101.9K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 44 kali sebagai non literal
Baca
+Pustaka
MATE

MATE

Lily tampak bingung dan menatap pria yang menggendongya sebelum akhirnya mengangguk dan kembali menatap Dave. “Tadi Luna menceritakan sebuah cerita pada kami. Kami sangat senang mendengar cerita dari Luna. Namun setelah itu, Stiff ingin dipeluk Luna dan menangis saat sudah dipeluk. Luna menjadi sedih karena Stiff menangis. Kemudian Maro membentak Stiff agar berhenti menangis, tapi setelah itu Maro juga ikut menangis dan memeluk Luna. Kurasa Maro dan Stiff sangat merindukan orangtuanya. Jadi saat mereka melihat Luna, mereka seperti melihat ibu mereka,” tutur Lily menceritakan kejadian yang sebenarnya. Aku sempat kagum mendengar gadis kecil itu yang berbicara layaknya orang dewasa. Dave mengus
109.4K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 252 kali sebagai non literal
Baca
+Pustaka
PARALLEL

PARALLEL

“Baiklah, aku akan mencoba menghubungi pimpinan pusat dan menanyakannya lagi, tapi kau jangan terlalu berharap.” “Aku juga ingin bicara dengan Luci.” “Kau bercanda? Ah iya kau tidak ingat, Luci sudah tidak ada.” “Kenapa?” “Programnya rusak terkena virus. Lagipula ia hanya NPC (non-playable character[6]) yang diciptakan Koram.” “Nonsense! Luci is the game master![7]” “Дa, dan hanya sebuah program.”
2.9K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 77 kali sebagai non literal
Baca
+Pustaka
Bukan Pilihan

Bukan Pilihan

Sayangnya langit begitu cerah tanpa awan sedikit pun. "Bos, Shi Fu Li tidak ikut?" tanya Niko perlahan. "Dia sudah mengatakan bahwa hari ini baik. Aku percaya padanya," sahut Lao Hu yang bersandar memejamkan mata. "Oh, baik kalau begitu." Niko tidak berani bertanya lagi. "Bangunkan aku kalau sudah sampai," kata Lao Hu. "Baik, Bos." Kediaman Hartanto... Alex menyeret Jack ke pekarangan. Dia butuh sedikit gerak badan. Jack yang masih mengantuk terus-menerus menggerutu.
1011.7K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 280 kali sebagai non literal
Baca
+Pustaka
Sebelumnya
1234
Pindai kode untuk membaca di Aplikasi
DMCA.com Protection Status