Dilema Sang Gadis
Sekarang, seluruh tubuhku benar-benar dikurung dalam dekapannya, layaknya seekor anak domba yang siap disembelih.
“Pak Justin, kumohon lepaskan aku….” Suaraku mulai diwarnai nada memelas, “Aku… aku hanya guru magang… aku nggak tahu apa-apa….”
“Oh iya?” Justin terkekeh pelan.
Jarinya bergerak menyusuri tulang belakangku, naik perlahan ruas demi ruas, lalu melanjutkan, “Tapi kok aku merasa Bu Lusy malah… tahu banyak hal.”