Filter dengan
Status pembaruan
SemuaSedang berlangsungSelesai
Sortir dengan
SemuaPopulerRekomendasiRatingDiperbarui
DENDAM SANG PANGLIMA

DENDAM SANG PANGLIMA

ucapnya. Lalu ia melangkah ke arah luar ruangan. Dan kembali ke mobilnya yang terparkir di pekarangan. Lantas mobil itu pun kembali melaju ke kediaman istana Rudiant. *** Adam kini tengah bercengkrama dengan Lusiana. Di antara taman yang bertabur bunga. "Lusiana, aku sangat heran dengan teman lamaku. Dahulu dia adalah orang yang baik. Tapi setelah bertahun-tahun tidak bertemu. Aku sangat terkejut ternyata kini dia seorang pemimpin pasukan Pemberontak!"
1042.3K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 1.0K kali sebagai novel dilan 1991
Baca
+Pustaka
Ditalak Di Pelaminan

Ditalak Di Pelaminan

batinnya “Kenapa kamu diam saja, Yan? Ah, pasti kamu tidak tahu ya. Makanya, kamu jangan berteman dengan buku terus!” ledek Dimas diakhiri dengan tawanya, “Sebenarnya nama Dahayu itu sudah lama terdengar, tetapi baru di tahun ini dia dikenal oleh orang banyak, ya terkhususnya para dosen. Bayangkan jika kamu memiliki pacar seperti dia, Yan! Wah, bisa menang banyak kamu. Sudah cantik, baik, pintar pula.”
3.2K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 99 kali sebagai novel dilan 1991
Baca
+Pustaka
MENANTU IMPIAN IBU

MENANTU IMPIAN IBU

“Aku mengabaikanmu hari ini…” Dengan lembut, Dilan menyentuh bibir Dini dengan jarinya, menghentikan kalimat yang belum selesai. “Hush, nggak perlu ngomong gitu. Yuk, makan dulu. Nanti kamu lapar.” Senyum kecil muncul di bibir Dini, ia menunduk malu. Dia kembali melahap suapan dari tangan Dilan, rasa ikan mujair bakar dengan sambal terasi menyentuh lidahnya. Ini adalah makanan favorit Dilan—dengan sambal pedas dan lalapan segar, sesuatu yang tak pernah ia temui di desanya.
2.9K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 61 kali sebagai novel dilan 1991
Baca
+Pustaka
Dilema Cinta

Dilema Cinta

ijin tya ke papahnya Sesudah Tya mengambil kunci motor Tya pun berpamitan ke mamahnya dan mulai berangkat menuju toko buku. “Ko mereka belum datang jam segini? Biasanya paling cepet itu si Dewi ma Lusi.” kata Tya yang sudah berada di toko buku sudah cukup lama dan sempet membaca beberapa sinopsis novel. “Tak telepon aja dah” gumam tya sembari langsung menelepon Dewi “Wi, lagi dimana? Ko lama amat?” ucap Tya setelah mendengar panggilan teleponnya diangkat Dewi
103.5K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 70 kali sebagai novel dilan 1991
Baca
+Pustaka
GOLDILOVE (Catatan Seorang Pelakor)

GOLDILOVE (Catatan Seorang Pelakor)

Dia pria yang baik, salah satu dari sedikit orang yang tidak pernah memandangku dengan tatapan sinis karena kedekatanku dengan Arion. "Ya Tuhan, Canna! Kamu ke mana saja?" Denis melangkah maju, wajahnya penuh keterkejutan yang tulus. "Aku datang ke sini mau cari bunga buat ulang tahun Ibuku, eh malah ketemu legenda yang hilang." Aku tersenyum canggung, merasakan sedikit keringat dingin di tengkukku. "Aku... aku di sini, Denis. Membuka toko kecil."
10552 DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 18 kali sebagai novel dilan 1991
Baca
+Pustaka
Jebakan Istri Kontrak: Sang Pewaris Yang Terlupakan

Jebakan Istri Kontrak: Sang Pewaris Yang Terlupakan

"Dia memberiku sebuah buku." "Buku apa?" "Edisi pertama The Count of Monte Cristo," jawab Alina. "Novel tentang balas dendam dan keadilan." Ironi itu kini terasa begitu menusuk. "Apakah ada sesuatu di dalam buku itu? Sobekan? Tanda?" desak Damian.
892 DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 29 kali sebagai novel dilan 1991
Baca
+Pustaka
DILEMA WANITA PENDOSA

DILEMA WANITA PENDOSA

Entah serius atau tidak, yang jelas Hani kini telah bersamanya dan itu cukup membuatnya tenang. Terik matahari yang mulai meninggi tak menyurutkan langkah seorang bocah untuk berjalan menghampiri stand-stand buku yang berjajar di sudut alun-alun kota. Sebagai anak rumahan, Danish memang selalu antusias jika diajak ke sebuah acara yang berada di luar ruangan. Mungkin saja ia bisa merasa lebih bebas dan bergerak lebih lepas. “Danish jangan lari-lari!”
1.5K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 50 kali sebagai novel dilan 1991
Baca
+Pustaka
Dendam yang Tak Terlupakan

Dendam yang Tak Terlupakan

tawar Vanya yang terhenti karena ada seseorang yang tiba- tiba datang menghampiri meja Jevan. "Ah, tuan Damar selamat datang. Mungkin anda mau saya persiapkan meja lainnya," ucap Vanya sambil beralih ke pria yang mendatangi meja Jevan. Damar berdiri di samping Jevan. Mata milik Damar memancarkan campuran rasa hormat dan kecemburuan. Damar tahu betul siapa Jevan, pengusaha sukses yang menikahi wanita yang seharusnya menjadi miliknya dulu, Mela.
736 DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 15 kali sebagai novel dilan 1991
Baca
+Pustaka
Cinta yang Kamu Katakan, Datang Terlambat

Cinta yang Kamu Katakan, Datang Terlambat

Begitu Arya tiba, Dilan mendadak membuka pintu mobil, lalu melayangkan tinju keras ke wajah Arya. "Arya, aku sudah menyelidikinya! Satu-satunya pria yang dekat dengan Riana hanya kamu!" "Berani-beraninya kamu! Berani-beraninya kamu membuatnya hamil dan keguguran!" Arya meludahkan air liur yang bercampur darah. Dia memandang Dilan yang murka dan tanpa ragu membalas pukulannya. Keduanya bergulat hebat. Baru setelah sama-sama babak belur, Arya bersuara. "Dasar tolol! Sudah tenang sekarang?"
4.8K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 110 kali sebagai novel dilan 1991
Baca
+Pustaka
Gelora berbahaya Kakak

Gelora berbahaya Kakak

"Maaf bro, aku tak sempat menghubungimu." Nicho mengantar Catlyn dan adik adiknya pulang, setelah itu dia menemui Dilon di sebuah taman pinggir pantai. "Maaf menunggu lama, Lila banyak sekali barang bawaan sehingga membuatku kesal," keluh Nicho saat duduk di samping Dilon. "Nicho, kau menyukai Lily kan," tuduh Dilon. "A- apa maksudmu Dilon?" Dilon langsung tertawa, "ha ha ha."
105.5K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 221 kali sebagai novel dilan 1991
Baca
+Pustaka
Sebelumnya
123456
...
10
Pindai kode untuk membaca di Aplikasi
DMCA.com Protection Status