KUBELI KESOMBONGAN IPARKU
cetus Mbak Dila membuat Mas Arlan menarik lenganku.
Laki-laki yang namanya disebut Mbak Dila memintaku masuk ke dalam mobil, ia tidak mau aku diracuni oleh kata-katanya. Namun, sebelum masuk ke dalam mobil, aku membisikkan sesuatu ke telinga Mbak Dila lebih dulu. "Mbak, kebelet kaya raya, ya? Ke dukun aja, saranku yang instan cuma itu," bisikku membuat mata Mbak Dila membulat, tangannya pun terlihat mengepal.
Aku masuk ke dalam mobil tapi kaca jendela masih sengaja dibuka.