Marga Kuromori
. Tapi, bagaimana jika para bujang mendengar omonganmu? Lihat situasi, kita ada di beranda rumah!” Kurang lebih begitu yang diucapkan Tuan Ikada. Dan di sini, Pak Haede bukan berhadapan dengan teman sebaya, melainkan seorang putri yang begitu di sayang sepenuh jiwa. Maka, bahan obrolan pun harus sesuai dengan kehidupan putrinya, karena ini pula bahan pembicaraan antara ayah dan anak ini begitu terbatas. Kecuali, jika mereka berpisah. Yang satu menetap di kota dan yang satu lagi masih di desa. Situasi kikuk di kamar Kasami lah yang membuat Pak Haede bergegas menuju beranda rumah sekedar melihat salju turun—seperti yang dilakukan kala dia bersama mendiang istrinya. “Jika anak kita lahir di mus
인기 회차