Suara Di Bilik Iparku
Ia mengalihkan pandangannya dari layar ponsel, lalu tersenyum singkat ke arahku.
"Eh ... Belum. Baru bentar, kok. Ayo, aku antarkan ke ruangan bos. Siapa tau sekalian di interview terus besok bisa langsung kerja," sahutnya dengan semangat.
Jantungku berdegup kencang saat Oki membawaku ke ruangan yang ia sebut sebagai bos itu. Jika sebelumnya aku melamar kerja karena memang aku butuh pekerjaan, tapi kali ini aku melakukan ini juga karena aku ingin melihat kehancuran Mas Akbar di atas kesuksesanku.
Hot Chapters