Pengantin Pengganti
“Tidak, uncle Farhan juga sudah cukup.”
“Eh maksudmu daddy,” timpal Jansen yang membenarkan panggilannya kepada Farhan.
“Kenapa kau memanggilnya daddy sih, kan kau juga belum tahu kalau ia benar daddy kamu.”
“Momy jahat, lalu siapa daddy aku. Apakah aku sebenarnya tidak punya daddy,” tangis Jansen mulai pecah di dalam kamar.
“Iya iya kau mempunyai daddy seperti anak anak yang lainnya, sudah ya jangan menangis terus kau sehari ini sudah berapa kali menangis?”