DIKIRA MENANTU MISKIN
“Maaf, Hanza. Papa hampir lupa. Memangnya suamimu tidak memberitahu nama papanya?”
“Yuda juga lupa, Pa,” sahut Bang Yuda masih dengan tawanya.
“Nama Papa, Alghazi. Hanza,” ucapnya.
“Oh, baik, Pa. Namanya bagus. Biar kalau ada yang nanya, nanti Hanza tidak kebingungan,” ucapku.
“Karena keasyikan mengobrol, Papa juga jadi lupa.” Lelaki yang kini menjadi mertuaku itu kembali menikmati kopinya.