Filter By
Updating status
AllOngoingCompleted
Sort By
AllPopularRecommendationRatesUpdated
LORO

LORO

Lir ilir, lir ilir Tandure wis sumilir Tak ijo royo-royo tak senggo temanten anyar Cah angon-cah angon penekno blimbing kuwi Lunyu-lunyu yo penekno kanggo mbasuh dodotiro Dodotiro-dodotiro kumitir bedhah ing pinggir Dondomono jlumatono kanggo sebo mengko sore Mumpung padhang rembulane Mumpung jembar kalangane
104.1K viewsOn holdIdinagdag sa Library 122 Beses bilang plong
Read
+Library
LORO

LORO

"KAU BUAT MASALAH APA!?" "Nih orang gue bilang halo aja belum udah ngegas bae," bisik Lency sepelan mungkin menetapi layar ponselnya dan mendengarkan saja suara marah yang terlalu sering ia dengar dari pria yang selalu mengatakan akan memecatnya setiap waktu. Seolah itu hal yang sangat wajar diucapkan pada bawahan yang sudah bekerja hampir 10 tahun!
9.79.9K viewsKumpletoIdinagdag sa Library 277 Beses bilang plong
Read
+Library
PARALLEL

PARALLEL

Vladivostok, Mei 2025 Xabi mengamati benda kotak dan pipih di tangannya, Ia masih belum percaya benda ini adalah sebuah ponsel. Tidak ada tombol bahkan tempat baterai yang bisa dibongkar pasang. Belum lagi kameranya, satu di depan dan empat di belakang. Telepon genggam terakhir yang ia miliki adalah Blackberry paling tipis yang ia beli setelah memenangkan turnamen Dota 2.
2.9K viewsOngoingIdinagdag sa Library 108 Beses bilang plong
Read
+Library
Lelaki Plus-Plus

Lelaki Plus-Plus

Memastikan tidak ada orang atau kamera cctv di koridor lantai tersebut. Pelan-pelan Kalandra mengeluarkan plastik bening dari segitiga pengamannya kemudian menaruhnya di bawah kotak pizza. Pria itu melanjutkan langkahnya menuju unit 820. Setelah memijit bel, pintu unit pun terbuka. Seorang pria keturunan Chinese keluar menyambutnya. “Paket untuk Daniel.” “Saya ngga pesan pizza.” “Yang di bawah kotak.”
104.4K viewsOngoingIdinagdag sa Library 174 Beses bilang plong
Read
+Library
LEAK

LEAK

Malah ia semakin menambah kecepatan untuk segera menuju ke arah sumber suara tadi yang berasal di sebuah ruangan di ujung lorong bangunan tersebut. "Sial! Sepertinya aku sudah terlambat." Kesalnya sambil menggemeretakkan gigi. Dan begitu sampai di depan sebuah pintu besar berwarna coklat tua. Sosok berambut panjang itu langsung melancarkan bogem mentahnya dengan kekuatan penuh. Sehingga penghalang yang terbuat dari kayu jati itu seketika hancur berkeping-keping. Bersamaan dengan suara ledakan yang memekakkan indra pendengaran.
103.8K viewsOngoingIdinagdag sa Library 83 Beses bilang plong
Read
+Library
UNPLACED

UNPLACED

“Berapa lama kita nggak ketemu, ya? Tujuh tahun?” Vika memandangi dua gelas minuman hampir penuh dan titik-titik air memenuhi luarnya. Tidak seorangpun dari mereka menyentuh cocktail yang dipesan oleh wanita yang di hadapannya itu. Divya Pratistha. Rambutnya panjangnya hitam mengkilap, matanya punya kedalaman dengan warna pupil yang menyejukkan, dan rahang itu memiliki tulang pipi yang tegas. Dagunya serupa huruf V dengan ujung yang tidak terlalu runcing.
103.0K viewsOngoingIdinagdag sa Library 107 Beses bilang plong
Read
+Library
PROMISE

PROMISE

14 KEJAR-KEJARAN DAN PETAK UMPET Ziko, Lila dan Petter kembali merasa cemas, karena Phia tidak dapat dihubungi sama sekali selama satu bulan ini. Dia tidak ada di mana-mana. Ponsel yang biasa dia pakai tergelatak di atas nakas kamar tidurnya. Pakaiannya masih utuh, tidak ada barang-barang pribadi Phia yang berkurang.
105.9K viewsKumpletoIdinagdag sa Library 182 Beses bilang plong
Read
+Library
LEAK

LEAK

Beberapa hari berada dalam lingkungan keluarga sang meme, memberinya banyak pengetahuan baru tentang li dan kehidupan keluarga besar Dadong. Pembicaraan keduanya terpaksa terhenti karena ponsel Pak Lana berdering. Pria hitam manis itu segera memasang earphone portable. Beberapa saat Wayan Suri dan Ningsih berbalas pesan agar tak mengganggu pembicaraan telepon Pak Lana. [Mbok, nanti bantu ngomong dengan Bang Deni, ya.] [Kalo ngomong sendiri, emang kenapa?]
9.916.8K viewsKumpletoIdinagdag sa Library 420 Beses bilang plong
Read
+Library
Pulang

Pulang

Angga membaca isi kertas itu dengan seksama, sedangkan Yotta mengintip dari balik tubuh pria muda itu. "Seratus lima puluh juta!!! " Yotta tersentak dengan jumlah hutang yang tertulis. ** Selamat Membaca **
103.4K viewsOngoingIdinagdag sa Library 70 Beses bilang plong
Read
+Library
PREV
12
I-scan ang code para mabasa sa App
DMCA.com Protection Status